Tahun 2014 Global Teleshop Segera Buka 30 Outlet

Pasar smartphone dan tablet yang tumbuh subur di Indonesia rupanya menjadi berkah bagi ritel gadget modern Global Teleshop. Dalam laporan tahunan 2013, Global Teleshop yang bernaung di bawah PT Global Teleshop Tbk, berhasil mencatatkan pendapatan Rp3,89 triliun.

Menurut Januar Chandra, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Global Teleshop,  pendapatan tersebut naik sekitar 31,2 % dibandingkan tahun 2012. Sedangkan laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 115,04 miliar atau naik 1,7 % dibandingkan tahun 2012.

IMG01966-20140507-1137

Laporan tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang saham Tahunan (RUPST) yang dihadiri oleh pemegang saham, komisaris dan Direksi Global Teleshop. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih 2013 sebagai cadangann umum sebesar Rp1 miliar dan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan. “ Keputusan ini maksudnya untuk memperkuat struktur modal kerja Global Teleshop dalam menopang kinerjanya” jelas Januar.

Global Teleshop sendiri saat ini telah memiliki 350 outlet di seluruh Indonesia dan 37.500 agen reseller untuk sim card dan voucher pulsa isi ulang. Menurut Januar, selama tahun 2014 ini, pihaknya berencana akan membuka lagi sekitar 30 outlet baru “Masing-masing investasinya sekitar Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar, tergantung lokasi dan luasnya bangunan” jelas Januar.

Selain itu, Global Teleshop juga berencana membuka outlet dengan konsep baru yang diberi nama Android Land. Outlet ini dikhususkan untuk menjual dan melayani kebutuhan perangkat smartphone dan tablet yang memiliki operating sistem Android.
Januar menjelaskan, konsep Android Land terbentuk karena dilatarbelakangi dengan tren perangkat smartphone dan tablet berbasis Android  yang semakin marak saat ini.

“Kami sudah membuka tiga outlet, rencananya akan ditambah lagi jika respons pasar terus bagus,” jelas Januar. Sebelum membuka Android Land, Global Teleshop  telah memiliki sejumlah branded store yang bekerja sama dengan beberapa produsen gadget ternama seperti Apple, Samsung dan BlackBerry.

Januar mengklaim, pihaknya optimis dengan pertumbuhan pasar smartphone di Indonesia “Masyarakat Indonesia menganggap smartphone itu sebagai fashion sehingga umumnya mereka selalu mengganti dengan model baru setiap 6 bulan sekali” jelasnya.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)