Tiphone Mobile - Arima Taiwan Bangun Pabrik Ponsel di Cikarang

Kabar baik bagi pelaku industri telekomunikasi dan pekerja di Indonesia. Sebentar lagi akan dibangun pabrik ponsel di Cikarang, Jawa Barat yang akan meramaikan pasar ponsel dan siap mempekerjakan 200 hingga 300 orang tenaga kerja Indonesia.

Tiphone Arima

Rencananya pabrik baru ini akan didirikan di atas lahan seluas 7.000 meter persegi. Pabrik ini akan beroperasi mulai Januari 2016 dengan kapasitas awal 300.000 unit per bulan pada enam bulan pertama. Untuk selanjutnya, kapasitas akan ditingkatkan secara bertahap.

Pabrik baru itu akan terwujud setelah adanya penandatanganan kerja sama Arima Communications, pabrikan smartphone asal Taiwan, menganggandeng PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) untuk mengembangkan pabrik ponsel di Indonesia. Pabrik tersebut rencananya akan berlokasi di Delta Silikon, Cikarang, Jawa Barat. Kedua perusahaan tersebut sepakat membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang segera ditindak lanjuti proses agreement-nya dalam waktu dekat.

Dalam perusahaan patungan tersebut, TELE melalui anak perusahaannya akan memiliki 55% saham di PT Adi Reka Mandiri, sedangkan sisanya 45% dimiliki oleh Arima.

Penandatangan dokumen kesepakatan dilakukan hari ini oleh Direktur Utama TELE, Tan Lie Pin dengan KC Chen, disaksikan oleh Dirjen Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan, serta Cho Sin Chao, Deputy Minister of Economic Taiwan di kantor TELE, Telesindo Tower, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat.

“Kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan investor asing terhadap industri ponsel di Tanah Air yang pasarnya masih akan terus berkembang,” ujar Direktur Utama TELE, Tan Lie Pin.

Hengky Setiawan, Founder Tiphone Mobile Hengky Setiawan, Founder Tiphone Mobile

Tidak tanggung – tanggung, untuk merealisasikan pabri baru ini, TELE akan menyiapkan dana investasi sekitar US$50 juta. Dana tersebut akan dikeluarkan secara bertahap dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Untuk tahap pertama, dana yang akan dikucurkan US$5 juta – 6,5 juta.

Selain itu, pendirian pabrik ponsel cerdas di Indonesia ini merupakan salah satu komitmen perusahaan nasional tersebut dalam meningkatkan kandungan lokal untuk produk ponsel yang diproduksinya. "Kami berharap pada tahun pertama, tingkat kandungan bahan baku dalam negeri sudah bisa mencapai 20% dan ditargetkan akan meningkat beberapa tahun ke depan sesuai dengan peraturan pemerintah, dengan memanfaatkan sepenuhnya industri penunjang di dalam negeri," kata Tan Lie Pin.

Megapa pilih Arima sebagai mitra bisnis? “Sebab, perusahaan Taiwan tersebut telah berpengalaman dalam pengembangan ponsel cerdas Android untuk beberapa merek global, seperti Motorola, Acer, LG dan memenuhi kebutuhan NTT DoCoMo. Selain itu, Arima juga memiliki keuunggulan dari sisi riset dan pengembangan,” Tan Lie Pin menegaskan.

Saat ini Arima memiliki 4.000 karyawan dan 1.000 diantaranya di Departemen R&D, sebanyak 550 orang bekerja di R&D di Taiwan dan 450 orang di China. "Kami berharap pada tahun depan setelah beroperasinya pabrik ini, R&D tidak lagi ada Taiwan atau China tetapi di Indonesia sepenuhnya," kata Tan Lie Pin.

Selain memproduksi ponsel cerdas (OEM) beberapa merek, PT Adi Reka Mandiri juga akan memproduksi berbagai komponen ponsel untuk keperluan industri, seperti yang juga dilakukan Arima di Fujian, China dan di Sao Paolo, Brazil.

Sekadar informasi TELE didirikan oleh pengusaha Hengky Setiawan sejak tahun 2008. Perseroan memulai usahanya terutama bergerak di bidang distribusi kartu perdana pra bayar dan isi ulang pulsa, perdagangan perangkat telekomunikasi beberapa merek telepon selular, spare part, aksesoris serta jasa perbaikan dan penyediaan konten melalui anak usahanya. Tahun 2013 TELE mengakuisisi sebuah perusahaan distribusi handphone, sehingga menjadkan TELE sebagai pemain kunci untuk distribusi produk smartphone di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)