Toyota Pun Tergiur Bangun Pabrik Baru di Sini

Investor asing kian mengembangkan investasinya di Tanah Air. Minggu lalu, perusahaan kosmetika dari Eropa, L’Oréal, meresmikan pabrik baru terbesarnya di dunia, di Cikarang, Jawa Barat. Kini, perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota,  pun akan membangun pabrik baru di Indonesia.

Chatib Basri, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), di sela-sela peresmian pabrik L’Oréal, pekan lalu, menyatakan bahwa ia tidak terkejut dengan hadirnya investor asing membangun pabrik-pabriknya di Indonesia. Ia beralasan, masyarakat kelas menengah Indonesia akan tumbuh dengan pesat. Tahun 2030, masyarakat kelas ini ditaksir bisa mencapai 135 juta orang.

Dia pun bilang, sebelum L’Oréal, sudah ada beberapa investor yang melakukan hal serupa, namun pembangunan pabrik yang terbesar baru dilakukan oleh perusahaan kosmetika ini. Chatib pun sempat menyebutkan, akan ada investor asing lainnya yang akan mengikuti jejak L’Oréal. Namun, ia enggan menyebutkan nama perusahaannya. “Dari sektor otomotif,” lanjutnya.

Menurut berita dari Tokyo di situs Bloomberg, pada Senin (12/11/2012) waktu setempat, Toyota Motor Corp, dikabarkan akan memproduksi kendaraan lebih dari dua kali lipat dan membangun sebuah pabrik baru di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat di kawasan Asia Tenggara.

Menurut keterangan perusahaan, pada 10 November lalu, Toyota akan meningkatkan kapasitas tahunannya di pabrik pertamanya di Karawang dari 110.000 unit menjadi 130.000 unit mobil per September 2013. Lalu, perusahaan akan mempunyai kapasitas produksi untuk membuat 250.000 mobil pada tahun 2014. Ini bisa terwujud setelah pembukaan pabrik keduanya di Karawang yang diagendakan awal tahun 2013.

Toyota dan perusahaan terkait berencana untuk menginvestasikan sekitar Rp 13 triliun di Indonesia untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Perusahaan juga akan menambah karyawan menjadi sekitar 41.000 orang dari 32.000 orang sekarang ini.

Penambahan investasi di Indonesia terjadi karena Toyota berusaha meningkatkan tingkat pengadaan lokal untuk mengimbangi dampak dari penguatan yen. Perusahaan pun mengklaim menggunakan komponen lokal sebanyak 75 persen sekarang ini.

“Toyota telah bekerja sama dengan pemerintah, pelanggan, dan komunitas di Indonesia dalam lebih dari 40 tahun, dan karena ini kami berpikir bahwa negara ini sangat penting,” sebut Akio Toyoda, Presiden Toyota, dalam sebuah konferensi pers, di Jakarta.

Ia pun menyebutkan, negara-negara di ASEAN juga penting jika dilihat dari jumlah populasi, situasi politik dan ekonomi yang stabil. Toyoda pun telah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada minggu lalu. Dalam pertemuan itu, Presiden meminta agar perusahaan Jepang ini mendukung pengembangan mobil berbiaya murah (low cost) dan mobil hijau. (Ester Meryana)

Sumber: Bloomberg

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)