Trisula Tak Khawatirkan Kondisi Eropa

Distributor fesyen, PT Trisula International Tbk, mengaku tidak mengkhawatirkan kondisi di Eropa yang tengah dilanda krisis. Perseroan lebih fokus pada pasar Amerika Serikat, Jepang dan Australia. Demand domestik juga masih cukup tinggi.

Direktur Utama Trisula, Lisa Tjahjadi, mengatakan untuk ekspor ke Eropa memang mengalami imbas, namun tidak signifikan karena porsinya kecil. “Kami lebih cenderung menyasar pasar di AS, Jepang, Australia dan domestik karena masih mempunyai ruang cukup besar,” ujar Lisa saat menghadiri pencatatan saham perdana Trisula (kode IDX: TRIS) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (28/6).

Menurutnya, pencapaian kinerja kami masih sesuai target didukung dari segmen ritel dan ekspor. “Tahun lalu segmen ritel menyumbangkan kontribusi 20-25% dan ekspor sekitar 20%," jelasnya. Target pencapaian laba bersih Trisula tahun ini sebesar Rp 41 miliar dan target pendapatan senilai Rp 600 miliar.

Kinerja perseroan juga akan didukung dari akuisisi 50% saham perusahaan baru yakni PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing. Perusahaan yang baru diakuisisi itu melengkapi tiga anak usaha sebelumnya yakni PT Tritirta Saranadamai sebesar 98%, PT Trisula Garmindo Manufacturing sebesar 95%, dan PT Trimas Sarana Garment Industry sebesar 95%.

Hingga Mei 2012, perseroan telah membuka sekitar 20 gerai dan sampai akhir tahun perseroan sudah ada perjanjian dengan mal untuk menambah 4 gerai baru di Karawaci, Kota Kasablanka, Alam Sutera dan Mal Taman Anggrek.

Sementara itu, dalam pencatatan saham perdana di BEI, Saham TRIS langsung dibuka menguat 33% menjadi Rp 400 per saham dibanding harga perdana yakni Rp 300 per saham. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)