TVS Investasi Rp10 Miliar Perluas Jaringan Penjualan

PT TVS Motor Company Indonesia (TVS Indonesia), agen tunggal pemegang merek TVS, menargetkan penambahan diler pada tahun 2015 sebanyak 25 unit dengan investasi senilai Rp10 miliar. Penambahan diler ini nantinya akan menambah wilayah penjualan menjadi 19 provinsi dari sebelumnya 13 provinsi di tahun 2014. Diler TVS Indonesia pada tahun 2014 tercatat sebanyak 77 unit.

Mekanik Memeriksa Sebuah Sepeda Motor di Diler TVS Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: TVS.co.id) Mekanik Memeriksa Sebuah Sepeda Motor di Diler TVS Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: TVS.co.id)

Rizal Riskiawan Tandju, Manajer Pengembangan Jaringan TVS Indonesia, mengatakan investasi untuk penambahan diler di tahun ini sejalan dengan rencana TVS Indonesia untuk memperluas area penjualan serta meningkatkan penjualannya. “Nilai investasi per diler bervariasi yakni sekitar Rp 300-Rp 400 juta per diler. Nilai investasi per diler ini tidak menghitung harga pembelian atau sewa lahan yang nilainya bervariasi di masing-masing daerah,” ujar Rizal (13/1/2015).

Lokasi jaringan penjualan TVS Indonesia pada tahun ini masih menyasar wilayah Indonesia Barat, yakni di Pulau Sumatera dan Jawa. Alasannya, kata Rizal, karena tingginya permintaan pembukaan diler TVS di wilayah tersebut. Meski begitu, TVS Indonesia tidak mengabaikan daerah lainnya yang selama ini menjadi target penjualan, misalnya kawasan Indonesia Timur. “Hingga kini diler TVS yang di Indonesia Timur sudah ada di Sorong, Ambon, atau Makassar,” tutur Rizal.

Ihwal penambahan diler, TVS Indonesia menggunakan skema kemitraan dalam kerjasama bisnis diler dengan produsen sepeda motor asal India ini. Menurut Rizal, pengusaha di daerah cukup aktif untuk merespon rencana penambahan diler TVS. Rencananya, TVS akan membuka diler baru pada awal tahun ini di Bogor dan Banyuwangi.

Menurut Rizal, tren perilaku konsumen terhadap produk sepeda motor cenderung mengarah kepada asas fungsional dari produk yang ditawarkan pabrikan sepeda motor. Makanya itu, Rizal optimistis pihaknya bisa meningkatkan penjualannya di tahun ini. “Konsumen sudah sangat cerdas karena mereka menginginkan sepeda motor yang fungsional sesuai dengan kebutuhannya. Jadi, kami menargetkan penjualan TVS pada tahun ini diharapkan bisa tumbuh 36% dibandingkan tahun lalu,” papar mantan Manajer Pemasaran di PT Bajaj Auto Indonesia ini. Strategi TVS untuk meningkatkan penjualan adalah menghadirkan sepeda motor dengan harga terjangkau.

Selama ini, penjualan TVS automatic (matik) sangat diminati oleh konsumen. Model ini, menurut Rizal, menjadi kontributor utama terhadap total penjualan TVS Indonesia. Penjualan sepeda motor matic para ATPM sepeda motor di Indonesia memang menjadi kontributor utama terhadap penjualan roda dua nasional. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor pada tahun 2014 naik menjadi 7,9 juta unit, tumbuh sebesar 1,6% dibandingkan penjualan di tahun 2013 sebanyak 7,7 juta unit.

Sepeda motor matik tercatat sebagai penjualan tertinggi dari jumlah total penjualan di tahun lalu tersebut. Penjualan motor matik berkontribusi 67,3% atau sebesar 5,3 juta unit dari jumlah total penjualan di tahun 2014. Adapun pertumbuhan penjualan sepeda motor motor matik di tahun 2014 tumbuh 8,7% dibandingkan periode sebelumnya sebanyak 4,89 juta unit.

Untuk penjualan sepeda motor bebek, raihannya sebanyak 1,4 juta unit atau berkontribusi sebesar 18,7% dari total penjualan. Meski begitu, penjualan sepeda motor bebek turun 16,9% dibandingkan tahun 2013 sebanyak 1,7 juta unit.

Selain itu, TVS Apache, sepeda motor sport, juga diminati oleh konsumen.TVS Indonesia berencana meluncurkan sepeda motor sport baru di tahun ini. Untuk tren sepeda motor sport, TVS Indonesia mencermati peningkatan daya beli masyarakat seiring dengan tumbuhnya populasi kelas menengah baru di Tanah Air. Rizal menyebutkan sepeda sport tergolong sebagai sepeda motor untuk segmen hobi. Penjualan sepeda motor di segmen sport memang cukup naik pada akhir-akhir ini. “Kita berencana merilis sepeda motor sport berkapasitas 200 cc,” ucapnya.

Penjualan sepeda motor sport tumbuh dari periode ke periode. Penjualan motor sport di tahun 2014, misalnya, naik menjadi 1,1 juta unit, lebih banyak dibandingkan tahun 2013 . Pada periode yang sama, kontribusi penjualan sepeda motor sport sebanyak 13,9% dari jumlah total penjualan. (***)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)