WIKA Bangun Jembatan Pulau G. Pluit City

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) memenangkan proyek pembangunan JembatanPulau G. Pluit City di Jakarta Utara dengan nilai kontrak Rp300 miliar (di luar pajak) milik PT Muara Wisesa Samudra – anak perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk.

Pada proyek yang rencananya dibangun selama 22 bulan kalender kerja (2015 -2017) ini, WIKA ditunjuk sebagai kontraktor utama yang akan mengerjakan pekerjaan Bore Pile, Pile Cap, Pier, Pier Head, Box G Girder Cast in Situ, I Girder, Oprit dengan masa pemeliharaan 12 bulan.

Jembatan ini, nantinya akan menghubungkan Baywalk Pluit (Jalan Mandala Bahari) ke Pulau G yang saat ini masih dalam tahap reklamasi. Pulau G merupakan pulau buatan seluas 161 hektar dimana pada salah wilayahnya akan diberi nama Pulau Golf yang merupakan bagian dari Pluit City.

Pluit City bakal menjadi kota mandiri baru yang menawarkan properti komersial apartemen, vila tepi laut dan lain-lain. Khusus dalam pembangunan jembatan, WIKA telah banyak berkontribusi dalam pembangunan berbagai jembatan berskala besar dan berteknologi tinggi di tanah air dan di luar negeri.

Beberapa proyek jembatan yang telah dibangun antara lain, Jembatan Layang Sudirman dan KS Tubun dengan menggunakan teknologi incremental launching method (ILM), serta Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Proyek jembatan lainnya yang akan rampung dalam waktu dekat ini adalah Jembatan Merah Putih Ambon yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur dan Jembatan Tayan yang menghubungkan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

124696_gedung-wijaya-karya--wika-_300_225

Pada kuartal III tahun 2015, WIKA membukukan Penjualan (tidak termasuk penjualan KSO) ebesar Rp8,09 triliun, turun 6,04% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun 2014 (year on year) sebesar Rp8,61 triliun. Sementara laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk per triwulan III tahun ini mencapai Rp390,49 miliar, turun tipis 2,55% dari tahun 2014 (year on year).

Dari capaian kinerja triwulan III tersebut, penjualan WIKA (tidak termasuk penjualan KSO) mencapai sekitar 48,91% dari target 2015 sebesar Rp16,54 triliun. Sementara laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk baru mencapai 51,09% dari target 2015 sebesar Rp764,52 miliar. Capaian kinerja WIKA tersebut dikarenakan adanya perlambatan ekonomi Indonesia yang nyata pada tahun 2015, kendala pembebasan lahan yang berdampak pada realisasi pengerjaan proyek, adanya perubahan nomenklatur organisasi kementerian yang berpengaruh pada pencairan pembayaran pekerjaan, serta proses pelelangan dan pelaksanaan proyek Infrastruktur Power Plant 35.000 MW yang baru dimulai di akhir tahun 2015.

Sementara realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) per Oktober 2015 mencapai Rp888,97 miliar atau 51,09% dari target capex 2015 sebesar Rp1,74 triliun. Capex tahun 2015 terdiri dari capex WIKA induk Rp963,59 miliar dan capex anak perusahaan sebesar Rp776,41 miliar. Komposisi capex WIKA induk terdiri dari pengembangan usaha senilai Rp107,14 miliar, akuisisi dan penyertaan senilai Rp431,7 miliar dan investasi aset tetap senilai Rp424,75 miliar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)