XL Right Issue dengan Harga Saham di Atas Rp 4 Ribu?

Ekspektasi investor terhadap saham PT XL Axiata Tbk., (EXCL) cukup tinggi pasca XL Axiata mengumumkan rencana akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Hal ini tercermin dari apresiasi investor mentransaksikan saham XL Axiata di awal pekan ini.

Kiswoyo Adi Joe, pengamat pasar modal dan Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, mengemukakan, pelaku pasar memperkirakan harga right issue XL Axiata di atas Rp 4 ribu. Oleh karena itu, lanjut Kiswoyo, investor mengambil posisi beli dalam dua hari terakhir ini. “Rumor pasar menyebutkan harga right issue XL Axiata di atas Rp 4 ribu, jadi investor mengantisipasinya dengan mengambil posisi beli saham XL Axiata,” ungkap Kiswoyo kepada SWA Online di Jakarta.

Saham EXCL pada penutupan perdagangan Selasa, naik 5,08% menjadi Rp 3.930 dari Rp 3.740. Saham perseroan ditransaksikan sebanyak 4.676 kali dengan total volume  mencapai 28 juta saham, yang nilai transaksinya sebesar Rp 110,36 miliar. "Nilai transaksi investor cukup banyak. Mereka berharap harga saham right issue-nya akan mendekati harga perkiraan yang Rp 4 ribu-an itu,” tambah Kiswoyo.

Menurut Kiswoyo, harga suatu saham biasanya akan mendekati harga right issue. Makanya itu, Kiswoyo menilai harga saham XL Axiata di penutupan perdagangan Selasa kemarin sudah mendekati Rp 4 ribu karena didorong ekspektasi investor terhadap harga right issue tersebut. “Saat ini, investor sudah price in dan mereka memburu saham XL Axiata,” ucapnya. Perseroan  bakal menjual 2,75 miliar saham.   Jumlah modal ditempatkan dan disetor XL Axiata setelah aksi korporasi ini akan bertambah menjadi 11,29 miliar saham dari posisi saat ini sebanyak 8,54 miliar saham.

Pemegang saham pengendali perseroan, Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. berencana akan melaksanakan haknya sesuai porsi bagian kepemilikan sahamnya dalam Penawaran Umum HMETD.  Saat ini, Axiata Investments memiliki  66,4% saham EXCL. Sisanya digenggam publik sebanyak 33,6%.  Apabila, Axiata Investments tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya, maka kepemilikan saham perseroan tersebut terdilusi maksimal sebesar 8,2%.  Perseroan berharap pelaksanaan HMETD ini dapat berlangsung di Mei 2016. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan akan terealisasi pada awal bulan Mei. Sedangkan, jadwal pencatatan rights issue di BEI diharapkan pada Mei tahun ini.

Right issue itu akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) XL Axiata yang digelar pada 10 Maret guna mendapat persetujuan dari pemegang saham. Penerbitan saham baru ini diharapkan bisa selesai pada semester I-2016. Credit Suisse dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai pembeli siaga.Adapun sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham dalam rights issue direncanakan dijamin sepenuhnya oleh pembeli siaga.  EXCL berencana menggunakan seluruh dana segar dari HMETD untuk membayar utang perseroan kepada pemegang saham senilai US$ 500 juta. Utang XL sampai dengan 2015 tercatat Rp 27 triliun dari sebelumnya Rp 29,6 triliun pada 2014.

Penggalangan dana ini memungkinkan semua pemegang saham XL untuk berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan ke depannya. Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini mengatakan penerbitan saham baru merupakan  langkah penting untuk   memperkuat   fondasi   perseroan dalam   menyongsong agenda transformasi berikutnya.  "Kami telah melihat kemajuan yang signifikan dan mendapatkan momentum atas agenda transformasi yang telah kami jalankan sejak 2015,” ucapnya. Selama tahun lalu, XL telah membelanjakan belanja modal (capex) sebesar Rp 4,1 triliun, yang didanai melalui kas internal.  Dian mengungkapkan right issue ini dilakukan sebagai bagian dari strategi XL Axiata untuk memperkuat posisi keuangan dan mengurangi resiko serta dampak valuta asing.  “Kami telah menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan neraca keuangan (Balance Sheet Management Initiatives) untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mengurangi resiko dan dampak valuta asing,” tuturnya.

Direktur Utama XL Axiata Tbk, Dian Siswarini Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini. (Foto: Prio Santoso/SWA).

XL Axiata di tahun lalu menerapkan agenda transformasi yang disebut dengan “3R – Revamp, Rise & Reinvent”.  Revamp maksudnya  mengubah model bisnis pencapaian pelanggan dari volume menjadi value disertai strategi distribusi serta perbaikan portofolio produk untuk meningkatkan pendapatan. Lalu, Rise  meningkatkan nilai brand XL dan menggunakan strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar berbagai segmen pasar yang berbeda. Berikutnya, Reinvent  atau menumbuhkan berbagai inovasi bisnis.  Alasan dari transformasi ini bagi XL adalah untuk merespon perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus pada penciptaan nilai (value) sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Transformasi
Kinerja keuangan XL Axiata di tahun 2015  meraup pendapatan Rp 22,87 triliun, turun 2,48%dari dari tahun sebelumnya sebesar Rp 23,46 triliun. Perseroan menurunkan  rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk  menjadi Rp 25,33 miliar dari Rp 803,71 miliar pada 2014 . Selain itu, perseroan membukukan laba komprehensif kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 7,87 miliar pada 2015.   Sedangkan, laba usahanya naik menjadi Rp 3,13 triliun dari Rp 1,58 triliun. XL Axiata membukukan kenaikan rugi kurs menjadi Rp 2,54 triliun dari Rp 992,18 miliar.

Sedangkan, beban perseroan menyusut ke Rp 19,73 triliun dari  Rp 21,87 triliun.  Perseroan mampu menurunkan liabilitas jangka panjang senilai Rp 29 triliun dari  Rp 34,18 triliun. Sayangnya, liabilitas jangka pendeknya merangkak ke Rp 15,74 triliun, atau naik 2,27% dari Rp 15,39 triliun. Hingga tahun lalu, operator telekomunikasi ini membukukan kas Rp 3,31 triliun, turun 52% dari Rp 6,95 triliun.

Perseroan terus fokus untuk menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan internet mobile di Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut dan juga adanya peningkatan adopsi pelanggan terhadap ponsel dengan kemampuan layanan data, telah mendorong pertumbuhan yang kuat untuk trafik layanan data. Trafik data di tahun lalu tumbuh 54%  dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Total pengguna layanan data sebesar 22,5 juta atau 54% dari total pelanggan XL.  Pertumbuhan smartphone telah berhasil mendorong peningkatan adopsi layanan data di Indonesia. Penetrasi smartphone XL Axiata telah naik 42% pada akhir 2015, pengguna smartphone tumbuh 10% (year on year) dan mencapai jumlah 17,7 juta pengguna.

Perseroan juga melakukan komersialisasi layanan 4G LTE pada spektrum 1800 MHz secara nasional, XL memperkenalkan paket HotRod 4G yang menawarkan kuota LTE dengan harga terjangkau. Dengan layanan ini pelanggan dapat menikmati manfaat internet cepat dan berkualitas. Sepanjang tahun, XL juga terus mendorong adopsi ponsel 4G oleh pelanggan sejalan dengan agenda transformasi yang memang mengutamakan pelanggan yang mampu memberikan nilai lebih tinggi. Untuk itu, XL menawarkan program bundling dengan pilihan berbagai smartphone, mulai dari Apple, Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, hingga Sharp.

XL juga telah berhasil menjalankan kampanye pemasaran (marketing campaigns), salah satunya "60 Mazda, 60 Hari, 60 Pemenang". Kampanye pemasaran ini untuk meningkatkan dan mendorong isi ulang pulsa oleh pelanggan di tahun 2015 dengan menawarkan hadiah menarik. Selanjutnya, XL juga meningkatkan aktivitas distribusi melalui modern channel dengan memperkenalkan program "Harga Pas" untuk penjualan isi ulang pulsa di toko-toko seperti Indomaret dan 7-Eleven. Selain itu, melalui program yang sama XL juga mengenalkan lebih banyak pilihan untuk isi ulang.

4G LTE merupakan bagian penting dari strategi XL untuk menjadi yang terdepan dalam penyediaan layanan mobile internet. layanan 4G LTE merupakan upaya untuk memenuhi permintaan konsumen atas internet berkecepatan tinggi. Untuk mendukung layanan 4G LTE, XL telah membangun 3.134 BTS 4G per akhir tahun 2015, yang tersebar di lebih dari 35 kota. XL juga terus berinvestasi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan jangkauan dengan membangun lebih dari 18.000 BTS 3G hingga akhir 2015, yang menjadi bagian dari total 58.879 BTS.  "Kami telah berhasil meningkatkan kinerja operasional dan finansial guna membangun pondasi perusahaan yang lebih kuat untuk meraih pencapaian kinerja yang lebih baik di tahun 2016," jelas Dian.   (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)