2017 Belanja Modal Unilever 150 Juta Euro

Memasuki tahun 2017 PT Unilever Indonesia Tbk akan mengaloksikan belanja modal sebesar 150 juta euro. Hal itu disampaikan Presiden Direktur Unilever Indonesia, Hemant Bakshi saat memperingat 35 tahun saham Unilever tercatat di Bursa Efek Indonesia. Menurut Hemant, fokus utama dari belanja modal tersebut adalah untuk menambah kapasitas pabrik baik yang sudah eksisting maupun pabrik baru . “Tetapi kami belum bisa memberikan detailnya, pabrik apa saja yang akan ditambah kapasitasnya,” ujarnya.

Selain menambah kapasitas, Unilever juga berencana akan membangun pabrik baru (food factory) di luar Jakarta. Sebelumnya pada November 2016 lalu perusahaan ini juga telah membangun pabrik Oleochemical di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara dengan nilai investasi Rp 2 triliun. “Untuk pabrik baru akan mulai dibangun pada tahun depan,” ujar Hemant.

Lebih lanjut Hemant menggaris bawahi fokus perusahaan sepanjang 2017 adalah menambah kapasitas pabrik karena umumnya pabrik yang eksisting sudah beroperasi mencapai 80% dari kapasitas terpasangnya.

Sumber pembiayaan untuk semua rencana aksi korporasi tersebut akan diambil dari internal perusahaan “Kami belum ada rencana mencari dana dari psar modal atau perbankan, sejauh ini masih organik,” jelasnya.

Dalam kurun waktu 35 tahun, kinerja saham Unilever Indonesia terus naik. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata 2 juta saham Unilever diperdagangkan setiap harinya. Pada akhir tahun lalu korporasi menduduki peringkat 5 kapitalisasi pasar terbesar, dengan nilai Rp296 triliun atau sekitar 5,1% dari total kapitalisasi bursa.

Omset perusahaan juga meningkat 229 kali dari Rp159 miliar menjadi Rp36,5 triliun di tahun 2015. sementara ROE meningkat dari 34% menjadi 122% pada akhir 2015. tahun lalu bersama dengan 10 perusahaan publik lainnya, Unilever juga dinobatkan sebagai The IDX Top Ten Blue 2016.

Ke depan, Hemant sangat optimistis dengan pertumbuhan bisnis Unilever. Menurutnya Indonesia memiliki potensi pasar masih prospektif karena populasi usia produktif yang besar dan semakin melek teknologi. Bahkan dirinya juga yakin kondisi politik dalam negeri Indonesia akan lebih stabil dibandingkan dengan negera-negara lainnya dimana Unilever beroperasi.

“Kami masih optimis, terutama untuk kategori makanan dan minuman, keduanya masih menjadi pemimpin pasar, tetapi kami juga akan dorong agar semua produk kami bisa terus tumbuh,” jelasnya. Di tahun ini, Unilever juga akan terus berinovasi dengan produk-produknya, tetapi tidak akan seagresif tahun-tahun sebelumnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)