AFS Beri Kesempatan Pertukaran Pelajar bagi Siswa SMA

Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi sebuah momentum bagi Indonesia. Tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga pendidikan dan budaya. Ya, kesempatan untuk mengenal dan belajar kebudayaan negara lain semakin terbuka. Begitupun dengan peluang bagi pelajar Indonesia untuk mengenyam pendidikan di luar negeri.

Sebab, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki kecerdasan budaya. Mencapai bangsa yang cerdas budaya dapat dimulai lewat pendidikan dan pengalaman antar budaya di kalangan generasi muda, yang merupakan generasi harapan bangsa. Hal tersebut diutarakan oleh Taufiq Ismail, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya ketika peringatan 60 Tahun Program Pertukaran Pelajar AFS Intercultural Programs di Indonesia dan 31 Tahun Yayasan Bina Antarbudaya, yang mengambil tema “Connect, Create, Contribute, Change”.

60 Tahun Program Pertukaran Pelajar AFS Intercultural Programs di Indonesia dan 31 Tahun Yayasan Bina Antarbudaya, yang mengambil tema “Connect, Create, Contribute, Change”. 60 Tahun Program Pertukaran Pelajar AFS Intercultural Programs di Indonesia dan 31 Tahun Yayasan Bina Antarbudaya, yang mengambil tema “Connect, Create, Contribute, Change”.

Dijelaskan oleh Asmir Agoes, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Antarbudaya, dalam era Agenda Pembangunan Berkelanjutan Global paska 2015, banyak isu pembangunan yang sangat relevan dengan pemuda, sehingga menempatkan pemuda di garis depan. Untuk itu melalui program AFS Intercultural Programs di Indonesia berkomitmen untuk membangun pemuda Indonesia untuk mewujudkan generasi yang cerdas budaya.

Program AFS memberi kesempatan kepada siswa SMA di Indonesia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan. Program pertukaran pelajar merupakan core program AFS. Melalui berbagai program tersebut, yayasan berusaha meningkatkan kemampuan intelektual, mengembangkan karakter, moral, daya kepemimpinan, dan rasa nasionalisme .

Program Yayasan Bina Antarbudaya sendiri terdiri dari Sending dan Hosting, yang mana program Sending merupakan kegiatan mengirimkan pelajar Indonesia ke sekitar 60 negara mitra AFS di dunia. Kegiatan ini yaitu AFS Year Program, yang merupakan program pertukaran pelajar selama satu tahun, dimana siswa antar budaya AFS akan tinggal dengan keluarga angkat di negara tujuan. Kedua, Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (YES), memberikan beasiswa penuh yang diberikan oleh U.S. Department of State kepada siswa SMA atau sederajat.

Ketiga, Short Program, yang merupakan program jangka pendek AFS dimana siswa memiliki kesempatan untuk belajar tema-tema khusus secara intensif, seperti Intensive Language Program, Environmental Studies, Cultural Program, Sports Program, Music and Art Program, Intercultural Learning. Selain itu, program Hosting menjadi kesempatan bagi siswa asing tinggal dan belajar di Indonesia, dengan harapan terjalinnya pemahaman antarbudaya yang lebih baik.

“Pengalaman menjadi siswa AFS memberi pengaruh yang signifikan pada kehidupan saya, wawasan yang menjadi global, dapat menerima keberagaman dan belajar menjadi pribadi yang mandiri,” ujar Uli Herdinansyah, alumni AFS dari Indonesia ke Belgia tahun 1993-1994. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)