ASRI Percantik MOI, Fesyen Diperkuat

Agung Sedayu Retail Indonesia (ASRI) merenovasi besar-besaran Mall Of Indonesia (MOI). Tujuannya untuk menjadikan MOI sebagai neighbourhood mall yang mampu menjawab seluruh keinginan pengunjung. Terutama di sekitar mal, yakni para pemilik hunian Agung Sedayu Grup.

“Sebelumnya, kami lebih fokus ke anak-anak. Sekarang, lebih luas. Termasuk ibu-ibu yang sedang menunggu anak sekolah dan para pekerja kantoran, termasuk ekspatriat. Kami lebih ke shifting target. Bukannya menghilangkan mainan anak-anak, kami hanya menata ulang,” kata General Manager Mall, ASRI Frans K. Arsianto.

Menurut dia, ASRI akan mendatangkan merek fesyen internasional ternama yang tengah menjadi tren. Ini untuk menjawab permintaan pelanggan akan produk busana terkemuka di dunia. Mereka nantinya akan mengisi Ground Floor bersanding dengan kuliner internasional yang menggugah selera.

“Ground Floor biasanya internasional fesyen dan FnB. Tempat nongkrong, segala macam yang kekinian. Lantai 1 lebih ke arah arah local fesyen, local FnB, bookstore, kebutuhan sehari-hari, beauty, barbershop, perawatan wajah,” katanya.

Nah, mainan anak-anak yang semula di GF akan dipindahkan ke lantai 2 yang bertemakan Fun, Food, and Entertainment. Lantai ini khusus untuk keluarga, berisi mainan anak, fesyen anak-anak, food park, dan bioskop. Mainan yang ada juga akan terus ditambah agar ada lebih banyak pilihan mainan yang mengasyikkan.

Mall of Indonesia (Foto: asri.co.id) Mall of Indonesia (Foto: asri.co.id)

“Kami harus atur rapi zoningnya agar pengunjung nyaman saat berbelanja maupun berlibur bersama keluarga. Semua fasilitas juga diperbarui seperti toilet, musola, dan ATM Center. Ini proyek jangka panjang 3-4 tahun, perombakan sekitar 70-80%,” katanya.

Saat ini, baru lantai Lower Ground yang telah rampung direnovasi. Isinya adalah Pasar MOI yang baru saja dibuka sekitar dua pekan lalu. Konsepnya adalah pasar yang ada di mall. Sambutan masyarakat sangat luar biasa. Jika disetarakan selama sebulan, ada sekitar 35 ribu pengunjung yang datang ke Pasar MOI untuk menikmati kuliner serta produk lain seperti buah dan sayuran organik.

“Kami banting setir dari konsep indoor dufan ke neighbourhood mall untuk menjawab kebutuhan customer. Bahkan, tenancy juga bisa berubah 70%. Setelah renovasi rampung, target kami ada 1,5 pengunjung tiap bulan,” kata dia.

Frans menjelaskan, pilihan untuk merenovasi dan mall tetap beroperasi diambil agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung. Di sekitar mall, ada sekitar 4.500 unit apartemen garapan Agung Sedayu Grup yang telah terisi. Penghuninya harus tetap berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Inilah yang harus dipenuhi ASRI sebagian bagian dari Agung Sedayu.

“Pilihan lain adalah menutup mall selama setahun untuk renovasi. Tidak diambil karena kami punya tenant yang operasional dan penghuni apartemen yang butuh (berbelanja). Renovasi dilakukan setengah-setengah. Kemarin, LG sama Lt 2. Setelah LG kelar kami lanjut ke Lt 1. Jangan sampai flow customer putus,” katanya.

Keputusan ini tepat. Jumlah pengunjung saat ini sekitar 800 ribu orang per bulan. Ini belum termasuk jumlah pengunjung yang memadati Pasar MOI yang baru saja dibuka. Hingga 2018 mendatang, ASRI berencana membangun tiga mal baru di Pantai Indah Kapuk, Green Lake City, dan District 8 Lot 28 SCBD.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)