Bayar Utang dan Ekspansi, Indosat Tawarkan Obligasi dan Sukuk Ijarah

PT Indosat Ooredo Tbk (ISAT), operator telekomunikasi, bakal menerbitkan obligasi konvensional senilai Rp 2,7 triliun dan sukuk ijarah sebesar Rp 300 miliar. Nantinya, ISAT akan menggunakan dana dari hasil penerbitan obligasi dan sukuk itu untuk pelunasan penuh atau sebagian dari pinjaman rupiah (refinancing), serta pengembangan usaha."Sekitar 74,8% akan digunakan untuk refinancing dan sisanya untuk pengembangan bisnis," kata Direktur Utama Indosat, Alexander Rusli, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakata, pekan lalu.

Perseroan memiliki utang sebesar Rp800 miliar di BCA, di Bank Sumitomo Mitsui Indonesia senilai Rp570 miliar, Bank CIMB Niaga Rp 400 miliar, dan Bank Mizhuo Indonesia Rp 250 miliar. Selanjutnya, sekitar 17,8% dana dari obligasi dan sukuk ijarah itu akan digunakan Indosat untuk membeli Base Station Subsystem (BSS) yang akan menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jaringan. Lalu, sisa dana obligasi sebesar 7,4% akan digunakan untuk membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi radio kepada pemerintah. Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan dengan nilai total Rp 10 triliun.

Alexander Rusli, Direktur Utama PT Indosat Ooredo Tbk (kedua dari kiri) memaparkan obligasi dan sukuk ijarah di Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto : Hendra Syaukani/SWA).

Obligasi dan sukuk ijarah ISAT ini diterbitkan dalam lima seri dengan tenor 370 hari hingga 10 tahun. Untuk obligasi konvesional ini terdiri dari seri A dengan kisaran suku bunga sebesar 6,85-7,35% per tahun, seri B 7,90-8,40% per tahun (tenor 3 tahun), seri C 8,30-8,80% per tahun (tenor 5 tahun), seri D dengan suku bunga 8,50-9,00% per tahun (tenor 7 tahun), dan seri E sebesar 8,95-9,45% per tahun (tenor 10 tahun).

Lalu, sukuk ijarah yaitu ijarah seri A dengan imbal hasil sebesar 6,85-7,35% per tahun, seri B sebesar 7,90-8,40% per tahun (tenor 3 tahun), seri C sebesar 8,30-8,80% per tahun (tenor 5 tahun), seri D sebesar 8,50-9,00% per tahun (tenor 7 tahun) dan seri E sebesar 8,95-9,45% per tahun (tenor 10 tahun). Obligasi Indosat ini mendapatkan rating triple A atau IdAAA dari Pefindo dan AAA dari Fitch Ratings. Sukuk ijarah juga mendapatkan rating yang sama atau triple A Syariah alias IdAAA dari Pefindo dan AAA dari Fitch Ratings.

Bookbuilding akan dilaksanakan pada 27 April-10 Mei 2017. Tanggal efektif diharapkan didapatkan pada 22 Mei 2017, sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia  dapat terlaksana pada 2 Juni 2017. Indosat menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CIMB Sekuritas Indonesia selaku penjamin emisi. Sementara yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Laksono Widodo, Direktur Pelaksana Mandiri Sekuritas, mengatakan, penawaran obligasi dan sukuk ijarah ISAT itu akan dilakukan di dalam negeri. “Penawaran dilakukan kepada investor domestik meskipun tidak menutup kemungkinan akan menerima penawaran dari investor asing,” ucap Laksono.

Laba bersih Indosat pada 2016 sebesar Rp 1,1 triliun, meningkat 184% dari tahun sebelumnya yang membukukan rugi senilai Rp 1,31 triliun.. Pencapaian ini merupakan kinerja positif setelah di tahun 2013-2015 mencetak kerugian. Harga saham ISAT pada Jum’at, 28 April, naik 0,35%, atau menjadi Rp 7.175 dari Rp 7.150 di perdagangan sebelumnya.  (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)