Bosch Luncurkan Kampanye Pentingnya Memilih Suku Cadang Kendaraan

Pada tahun 2015 data Polisi Lalu Lintas Indonesia (Korlantas Polri) menyebutkan sebanyak 251 kecelakaan terjadi sepanjang rute perjalanan mudik. Sementara itu tercatat ada 168 angka kematian selama periode mudik. "Salah satu faktor yang memengaruhi angka kecelakaan adalah kendaraan yang digunakan seringkali tanpa suku cadang yang tepat. Pada akhirnya ini akan memengaruhi performa kendaraan,” jelas  Griselda Iwandi, Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia. Selama ini banyak pengendara terlalu meremehkan bagian-bagian kecil di dalam kendaraan.

Dedy Ismanto, Product Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Griselda Iwandi, Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Edmond Tanuwidjaja, Perwakilan Bosch Car Service - Auto Service Cempaka Putih Dedy Ismanto, Product Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Griselda Iwandi, Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Edmond Tanuwidjaja, Perwakilan Bosch Car Service - Auto Service Cempaka Putih

Menurutnya, pemilihan komponen sederhana seperti busi, aki, atau bohlam bisa berdampak pada kondisi kendaraan, terutama untuk perjalanan dengan jarak dan waktu. Sebagai produsen komponen otomotif, Bosch melihat ini sebagai kesempatan untuk memasuki pasar. Akhirnya Bosch meluncurkan kampanye ‘One Wrong Part Ruins Everything’. Harapanya, kampanye ini dapat mengedukasi konsumen mengenai pentingnya memilih komponen mobil yang berkualitas. Melalui kampanya ini, Divisi Automotive Aftermarket menawarkan berbagai produk untuk keamanan mengemudi sebagai antispasi untuk mengantisipasi berbagai kondisi perjalanan yang tak terduga.

Bosch memproduksi berbagai suku cadang seperti busi, lampu bohlam, aki, dan bantalan kampas rem. Selain itu brand yang masuk ke Indonesia pada tahun 1919 ini juga menyediakan layanan pemeriksaan mobil bernama Bosch Car Service (BCS). Layanan ini diluncurkan karena menurut data yang dilansir dari Polisi Lalu Lintas Indonesia pada 2015, salah satu faktor utama penyebab kecelakaan selama periode mudik adalah kendaraan kurang pemeriksaan dan pemeliharaan.

Kebanyakan pemudik kurang memperhatikan kondisi kendaraan saat melakukan perjalanan panjang, sehingga Bosch kembali memanfaatkan celah ini. Layanan tersebut meliputi kelistrikan kendaraan, kendaraan bermesin diesel, serta pemeriksaan umum, pemeliharaan dan perbaikan pada kendaraan.

Layanan BCS terdiri dari perbaikan singkat untuk kendaraan (tune-up kendaraan, pemeriksaan standar hingga penggantian oli) dan perbaikan mendalam (penggantian busi, bantalan rem, kampas rem, wiper, filter atau saringan udara mobil) untuk memastikan kelayakan dan keamanan kendaraan. Layanan ini akan tersebra di 14 kota yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Solo, dan Banjarmasin.

Griselda cukup optimis dengan kampanya dan layanan yang diluncurkan akan disambut positif oleh masyarakat luas mengingat tahun 2015 Bosch mampu menghasilkan penjualan mencapai Rp 1,2 trilun dan telah memiliki 220 karyawan di Indonesia. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)