Cara Kaskus Ikuti Perkembangan FinTech

Bertumbuhnya FinTech (Financial Technology) menjadi faktor pendorong Kaskus untuk mengembangkan layanannya. Menurut Ronny Sugandha, CMO Kaskus, Kaskus bukan sekadar forum jual beli tetapi social commerce platform. “Saat ini jumlah anggota mencapai 8,5 juta orang, page views mencapai 700 juta per bulan. Dengan bertambahnya jumlah user, kami ingin mereka semakin mudah untuk melakukan transaksi jual beli dan berkomunikasi dengan sesama Kaskusers,” ujarnya.

Kaskus Bekerjasama dengan Telkomsel, BCA, dan Indomaret untuk Meningkatkan Pengalaman Ngaskus Para Kaskusers Kaskus Bekerjasama dengan Telkomsel, BCA, dan Indomaret untuk Meningkatkan Pengalaman Ngaskus Para Kaskusers

Awalnya Forum Jual Beli melakukan transaksi dengan cara bertemu langsung antara buyer dan seller atau dikenal dengan COD (Cash on Delivery). Kemudian terbentuk Rekber atau Rekening Bersama yang diinisiasi oleh sesama Kaskusers. Namun sebagian dari mereka tidak merasa aman dan nyaman dalam melakukan pembayaran seperti itu.

Melihat masalah tersebut, Kaskus menjalin kerja sama dengan BCA Sakuku dan Indomaret untuk menyediakan metode pembayaran di BranKas (Brankas Kaskus). Dilincurkan sejak 6 November 2015, BranKas dibuat sebagai fasilitas untuk menjembatani proses pembayaran antara penjual dan pembeli yang melakukan transaksi di Kaskus. Ketika sudah memesan barang dan menyepakati harga dengan penjual, maka pembeli akan mentransfer uang ke BranKas, baik melalui Klik BCA, Bank Transfer, Indomaret, dan yang terbaru via BCA Sakuku.

Sistem pembayaran melalui dompet elektronik ini menampilkan QR Code yang harus di scan dengan aplikasi Sakuku yang sebelumnya sudah di download di smartphone. Kemudian memasukkan enam digit pin Sakuku untuk menyelesaikan pembayaran. Sedangkan jika melalui Indomaret, akan menghasilkan kode pembayaran yang dapat ditunjukkan ke kasir Indomaret untuk menyelesaikan pembayaran.

“Kami memiliki strategi melalui BCA Sakuku ini. E-Dompet ini ditujukkan untuk segmen anak muda, sehingga kami tidak perlu merasa khawatir metode pembayaran BCA yang lain tersaingi. Kami pun merancang khusus fiturnya sehingga terkesan muda. Jumlah user Sakuku saat ini 68 ribu karena baru diluncurkan September 2015 lalu,” ujar Fera Agustina, Senior Manager for Internet & Mobile Banking Development.

Tidak hanya itu, memasuki usia ke-17 tahun, Kaskus juga menggaet Telkomsel dan SMTel untuk menyediakan pulsa secara online. Layanan e-pulsa ini sebagai penyempurna layanan, dengan perkembangan gaya hidup mobile, sebanyak 60 persen Kaskusers mengakses Kaskus melalui perangkat mobile. Sehingga mereka mudah mengisi ulang pulsa tanpa harus membuka aplikasi lainnya.

Gatot Hadiwidodo, Retail Channel Management Telkomsel, mengatakan bahwa terjadi perubahan stigma customer Telkomsel, yang dulunya membeli pulsa harus mendatangi gerai, sekarang sudah bergeser ke online.

“Jumlah pelanggan kami mencapai 152 juta dan 100 juta pelanggan sudah menggunakan layanan internet milik kami. Kami memilih Kaskus karena besarnya jumlah user-nya yang besar. Mereka juga mitra pertama kami," jelasnya.

Untuk edukasi, Kaskus melakukan awareness melalui thread-thread, sehingga Kaskusers semakin mengetahui layanan baru ini. Selain itu, Kaskus juga sedang me-develop promo-promo, sebagai contoh beli pulsa dapat pulsa, dll.

Sebagai tambahan, pada 28-29 Mei 2016, Kaskus akan menggelar event bazaar festival di Senayan, Jakarta, yang akan melibatkan 40 ribu seller. Nantinya seller tersebut akan menjual produk unik yang tidak dapat ditemukan di ritel umumnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)