CIMB Niaga Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun Untuk Biayai Ekspansi Kredit

Untuk membiayai ekspansi kredit, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga)  menerbitkan  Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2016. Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengungkapkan, jumlah nominal penawaran umum obligasai ini  sebesar Rp1 triliun.

cimb-niaga-tawarkan-obligasi-berkelanjutan-ii-bank-cimb-niaga-tahap-i-tahun-2016

Obligasi yang ditawarkan terdiri dari tiga seri, yaitu Obligasi Seri A dengan jangka waktu 370 hari, Obligasi Seri B dengan jangka waktu tiga tahun, dan Obligasi Seri C dengan jangka waktu 5 tahun. Adapun obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai nominal obligasi. “Pembayaran obligasi dilakukan secara triwulan sesuai dengan tanggal waktu pembayaran obligasi,” kata Tigor.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT CIMB Securities Indonesia, PT BCA Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas. Adapun wali amanatnya adalah PT Bank Permata Tbk. Masa book building obligasi ini dimulai dari 3 Oktober hingga 17 Oktober 2016, dan penjatahan pada 1 November 2016. Direncanakan, pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada 4 November 2016.

“Strategi yang kami terapkan telah memberikan hasil yang lebih baik sebagaimana terlihat dari kinerja CIMB Niaga hingga paruh pertama 2016 yang semakin baik. Selain itu, lembaga pemeringkat independen, PT Pemeringkat Efek Indonesia memberikan rating id AAA atas Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2016 ini. Sehingga, kami optimis penerbitan Obligasi ini akan menarik minat para investor," ujarnya.

CIMB Niaga sendiri berhasil mencatatkan kinerja positif hingga paruh pertama tahun ini. Perseroan telah melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp736 miliar pada enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2016, tumbuh sebesar 318,2% YoY, menghasilkan earning per share sebesar Rp29,29. Dengan total aset mencapai Rp239,38 triliun per 30 Juni 2016, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Jumlah kredit bruto yang disalurkan tercatat menurun menjadi Rp175,34 triliun, seiring dengan strategi perseroan yang menerapkan pertumbuhan konservatif. Current Account dan Savings Account (CASA) tumbuh 5,7%  menjadi Rp93,21 triliun per 30 Juni 2016, dengan rasio CASA meningkat 457 basis point (bps) menjadi 51,99%.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)