Design Center, Andalan Perumnas Lahirkan Rancangan Produk Baru

Pemenuhan kebutuhan rumah rakyat di Indonesia menjadi prioritas bagi Perum Perumnas, khususnya pembangunan high rise building. Apalagi saat ini Perumnas sedang getol-getolnya melakukan pembangunan dan ekspansi mencari landbank.

Terbukti saat ini secara nasional menangani 92 lokasi proyek strategis, baik landed house maupun vertical housing. Untuk proyek landed house/rumah tapak, saat ini tersebar di 80 lokasi sedangkan vertikal format berada di 12 lokasi seperti Sukaramai (Medan), Ilir Barat, Jakabaring (Palembang), Cengkareng, Pulo Gebang, Kemayoran (Jakarta), Karawang, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Hal ini yang membuat dibutuhkan perencanaan yang matang dari setiap proyek strategis yang dikembangkan Perumnas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut guna menghasilkan konsep hunian modern, echo friendly dan terintegrasi diperlukan divisi khusus yaitu Design Center untuk merancang atau merencanakan desain produk-produknya.

Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto mengatakan pengadaan Design Center ini, untuk menuju standar kompetensi yang diharapkan menunjang tugas Perumnas. Bila sebelumnya, Perumnas harus menggunakan konsultan atau pihak ketiga yang cukup mahal untuk merancang dan mendesain produk baru Perumnas.

Selain mahal, menggunakan konsultan juga membutuhkan proses yang panjang dan memakan waktu.sebagai pengembang, Perumnas sangat membutuhkan divisi desain yang kompeten dan menguasai proses desain.

Apalagi konsepnya menggunakan teknologi terbaru yang mengacu pada Singapura, China dan Jepang. Divisi baru ini bertugas untuk merancang antara lain perumahan tapak, kawasan perkotaan, rumah susun, dan apartemen.

himawan Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto

Untuk membuat perencanaan memerlukan waktu 6 bulan, tapi dengan adanya Design Center, waktu desainnya dari awal proses sampai selesai, hanya membutuhkan waktu 3 bulan.

Dengan adanya ini kecepatan dalam perencanaan itu bisa lebih cepat dan tentunya memangkas waktu, menghemat, dan meningkatkan kompetensi Perumnas. Hanya saja, Divisi Design Center masih baru sehingga tidak menutup kemungkinan adanya standar-standar tertentu yang belum dimiliki.

Dari sisi kinerja, tahun ini Perum Perumanas menargetkan penjualan sekitar Rp 2,25 triliun. Target ini jauh lebih tinggi dibandingjauh pencapaian tahun 2015 lalu. Himawan optimis target tersebut akan tercapai, mengingat ada beberapa proyek yang menjadi andalan.

Salah satu yang teranyar adalah Wisma Atlet di Jagakaring, Palembang. Proyek ini merupakan hasil kerjasama Perum Perumnas dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov).

Rencananya, wisma ini diperuntukkan bagi peserta Asian Games 2018. Oleh karena itu, pembangunannya dikebut untuk selesai sebelum perhelatan tersebut dimulai, yakni semester II/2017.

Proyek lainnya yang dikerjakan Perumnas tahun ini adalah 25.978 hunian dengan komposisi rumah susun (rusun) 15.000 unit dan 10.978 rumah tapak. Rusun ini tersebar di tujuh wilayah di Indonesia seperti Medan, Palembang, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Jakarta.

Selain pembangunan rusun baru, Perumnas juga akan merevitalisasi rusun lama tahun ini. Di Palembang, revitalisasi akan dilakukan pada Rusun Ilir Barat. Rusun ini dirancang sebanyak 3.600 unit dengan 12 menara. Perumnas berencana merevitalisasi rusun ini pada akhir tahun sambil menunggu penyelesaian desain dan kesepakatan dengan warga.

Masih di Palembang, proyek yang akan dikerjakan tahun ini adalah pembangunan rumah tapak. Tepatnya triwulan III/2016, sebanyak 500 unit rumah tapak dengan rata-rata harga Rp 100 jutaan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)