International Baccalaureate Jajaki Kerja sama di Sekolah Negeri

International Baccalaureate (IB) Organization menjajaki kerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan kurikulum di sekolah negeri. Sebastien Barnard, Manajer Komunikasi dan Pemasaran International Baccalaureate Wilayah Asia-Pasifik, menyebutkan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia. “Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pendidikan di sekolah negeri,” kata Barnard di Jakarta, Senin (30/11/2015).

Dia mengatakan, kurikukulum IB mengadopsi muatan lokal dan mengusung konsep Based Learning Environment. Kerja sama IB dengan sekolah-sekolah negeri di Asia sudah diterapkan di Jepang dan Malaysia. Menurut Barnard, metode kurikulum di Jepang bisa menjembatani kebutuhan tenaga terampil bagi industri di Jepang. Dia optimistis IB bisa menggandeng sekolah negeri di Indonesia dalam mengembangkan kurikulum bagi siswa dan mahasiswa dalam menghadapi era teknologi informasi dan dinamika perekonomian global.

Sebastien Barnard, Manajer Komunikasi dan Pemasaran International Baccalaureate Wilayah Asia-Pasifik. (Foto : Vicky Rachman/SWA). Sebastien Barnard, Manajer Komunikasi dan Pemasaran International Baccalaureate Wilayah Asia-Pasifik. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Sejauh ini, IB sudah merintis kerjasama dengan sekolah-sekolah swasta sejak tahun 1977. “Kami bermitra dengan investor lokal yang mengelola sekolah di Indonesia,” katanya. Sekolah Pelita Harapan, Madania School di Bogor dan British School Jakarta merupakan sejumlah sekolah swasta yang mengusung kurikulum IB. “Sudah ada 45 sekolah sejak tahun 1997 hingga tahun ini,” katanya. Sekolah yang ingin menerapkan kurikulum IB harus mendapatkan akreditasi dari IB. Untuk skema kerja sama dengan pengelola sekolah, Barnard menyebutkan pihaknya menerapkan biaya tahunan yang harus dibayar pengelola sekolah.Ke depan, dia berharap kurikulum IB bisa dinikmati pelajar di sekolah negeri. Untuk skema kerjasamanya, Barnard belum bisa merincinya lebih lanjut.

IB pada 1968 membentuk program diploma International Baccalaureate. Mereka membentu program pendidikan menengah (Middle Years Programme) di tahun 1994 dan program pendidikan dasar (Primary Years Programme) pada 1997. IB mengindentifikasi kebutuhan pendidikan internasional bagi siswa berusia 3-19 tahun. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)