Kepedulian Tanoto Foundation Tingkatkan Pendidikan di Indonesia

Dunia pendidikan tidak terlepas dari aktivitas penelitian. Berdasarkan data Bank Dunia 2011, Indonesia tercatat membelanjakan 0,05% dari Gross Domestic Product (GDP) untuk mendukung penelitian, dan meningkat di tahun 2013 menjadi 0,08%. Angka tersebut terbilang rendah dibandingkan Jepang yang membelanjakan 3,47% GDP nya untuk penelitian, sedangkan Jerman 2,85% dari GDP nya.

Dari data tersebut jelas terlihat bahwa Indonesia masih harus meningkatkan dukungan terhadap kegiatan penelitian. Tanoto Foundation dengan visi menjadi pusat unggulan dalam penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan, pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Hidup terus menyelenggarakan program tahunan Tanoto Student Research Award (TSRA). Tahun 2016 ini merupakan tahun ke-9 bagi Tanoto dalam penyelenggaraan event ini.

IMG-20160420-WA0003“Saat ini kami sudah bermitra dengan 5 Perguruan Tinggi. Yaitu IPB, ITB, UI, Unhas, dan USU. Sebenarnya kami sudah menawarkan ke Perguruan Tinggi yang menjadi mitra Beasiswa Tanoto Foundation. Tapi tidak semua Peguruan Tinggi siap untuk mengorganisir hal seperti ini,” ujar Sihol Aritonang, Ketua Pengurus Tanoto Foundation.

Tidak tanggung-tanggung dana hibah yang dikeluarkan Tanoto Foundation untuk TSRA 2015 lalu mencapai Rp 500 juta. Sihol menambahkan, masing-masing Perguruan Tinggi akan mendapat dana hibah sebesar Rp 100 juta. Dan untuk proses penyeleksian semuanya diserahkan kepada Perguruan Tinggi yang bersangkutan.

“Kami mendukung penelitian apapun asalkan direkomendasikan oleh Perguruan Tinggi tersebut, Misal di tahun lalu ada 15 proposal yang lolos dari 5 Perguruan Tinggi, maka di Bulan Desember 2015 lalu kami adakan penjurian untuk melihat mana yang terbaik dan paling bermanfaat untuk masyarakat dan bisa menginspirasi pihak lain,” lanjut Sihol.

Kepedulian Tanoto Foundation terhadap dunia pendidikan tidak hanya dalam bentuk soft seperti pengadaan kompetisi ini. Yayasan ini pun rmemberikan bantuan beasiswa lebih dari 6.400 murid dan mahasiswa serta bekerja sama dengan 35 Perguruan Tinggi di Indonesia. Desember 2015 lalu juga Tanoto baru saja meresmikan Pusat Informasi Kehutanan Tanoto di IPB. Program lainnya adalah pengembangan kapasitas staff perguruan tinggi dengan mengirimkan 4 staff pengajar dari Indonesia untuk mengikuti pelatihan penulisan ilmiah di tingkat internasional.

“Saya optimis dengan berbagai hasil penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa ini. Dengan adanya bimbingan dari perguruan tinggi dan dukungan dari Tanoto Foundation, riset aplikatif akan terus berkembang. Perusahaan modal ventura seperti Convergence Ventures dapat membantu transformasi ide-ide inovatif menjadi peluang bisnis. Jika kerja sama ini terus dipupuk dengan baik dan konsisten, penelitian-penelitian ini dapat diaplikasikan dan manfaatnya dirasakan oeh masyarakat,” tambah Donald Wihardja, pendiri Convergence Ventures.

Di tahun 2016 ini Tanoto Foundation akan meningkatkan dana hibah menjadi Rp 150 juta utntuk masing-masing perguruan tinggi mitra. Ke depannya Sihol berharap kegiatan-kegiatan yang dilakukan Tanoto Foundation dapat menginspirasi berbagai pihak bahwa anak Indonesia bisa berkarya seperti ini. Untuk itu, ke depan diharapkan akan ada sponsor, donator atau organisasi lain yang melakukan hal serupa di tempatnya masing-masing. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)