Mandom Indonesia Kejar Target Penjualan Rp 3 Triliun

PT Mandom Indonesia Tbk sepanjang tahun 2015 mencatat total penjualan sebesar Rp 2,3 triliun atau tumbuh 0,3% dibanding tahun sebelumnya. Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh peristiwa kebakaran yang terjadi di area produksi aerosol pada bulan Juli 2015 dengan total kerugian Rp 112,6 miliar.

PT Mandom Indonesia

Penjualan domestik sebagai kontributor terbesar masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,6% menjadi Rp 1,6 triliun di tahun 2015.

Ada beberapa strategi yang telah dilakukan produsen kosmetik dan wangi-wangian ini dalam upaya mengejar ketertinggalan akibat berbagai kendala pasca peristiwa kebakaran pabrik di Bekasi. “Kami akan memfokuskan penjualan pada produk fast moving agar produk yang dikeluarkan dapat dengan cepat diserap oleh pasar, serta menambah 12 titik distribusi khususnya di kawasan Indonesia Timur,” ujar Presiden Direktur Mandom Indonesia Muhammad Makmun Arsyad saat rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan, (21/4).

Dari segi ekspor, tercatat penjualan pada tahun 2015 sebesar Rp 618 miliar atau turun 12% dari tahun 2014 yang sebesar Rp 702 miliar. Penurunan ini merupakan dampak dari terbatasnya suplai produk yang mengandung aerosol, karena selama ini produk aerosol memiliki kontribusi yang cukup besar pada penjualan ekspor yaitu sebesar 17%. “Beberapa upaya dilakukan untuk mempertahankan kinerja penjualan ekspor, seperti memperkuat penjualan produk ­non-aerosol di beberapa negara, menjalin kerja sama dengan perusahaan OEM (original equipment manufacturer) di dalam dan luar negeri dalam upaya memenuhi permintaan produk yang mengandung aerosol,” kata Arsyad.

Perusahaan pemilik brand seperti Gatsby, Pixy dan Pucelle ini akan fokus pada upaya-upaya tersebut untuk bisa mencapai target penjualan Rp 3 triliun pada tahun ini. Sementara itu, dari segi profitabilitas tercatat laba bersih di tahun 2015 sebesar Rp 544 miliar atau tumbuh 209,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sebagaian besar dikontribusikan oleh laba dari penjualan tanah, bangunan kantor dan pabrik perseroan di Sunter, Jakarta Utara.

Pada tahun ini telah menyepakati berencana memberikan dividen sebesar Rp82,43 miliar atau setara Rp410 per saham dengan payout ratio 15,1%. Pembagian dividen pada tahun ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp78,4 miliar atau setara Rp390 per saham. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)