Mengapa Pertumbuhan Bisnis Metrodata Bisa di Atas Industri TIK?

Meski tahun 2015 penuh tantangan bagi aktivitas bisnis di tingkat global dan nasional, PT Metrodata Electronics Tbk berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 9,9 triliun, meningkat 17,95% dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp 8,4 triliun. Pertumbuhan Metrodata ini di atas rata-rata pertumbuhan industri teknologi infromasi dan komunikasi (TIK) di tahun 2015 sebesar 7,5%. Sebesar 77% dari pendapatan tersebut dikontribusikan oleh Unit Bisnis Distribusi dan 21% berasal dari penjualan Unit Bisnis Solusi dan sisanya berasal dari Unit Bisnis lainnya.

Metrodata

Menurut Direktur Independen Metrodata Electronics, Randy Kartadinata, tahun 2015 Unit Bisnis Distribusi melalui entitas anak perusahaan PT Synnex Metrodata Indonesia, berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 7,8 triliun, meningkat sebesar 14,94% dibandingkan tahun 2014. “Hal ini didukung oleh penambahan jenis produk yang dijual, peningkatan pangsa pasar dengan melebarkan jaringan usahanya ke pasar Indonesia Timur di Makassar, Manado dan Nusa Tenggara, serta meningkatnya permintaan akan smartphone seiring semakin luasnya jangkauan jaringan telepon seluler dan internet ke daerah-daerah,” ujar Randy usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Metrodata di Jakarta, (8/6).

Sedangkan Unit Bisnis Solusi melalui entitas PT Mitra Integrasi Informatika, berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 2,1 triliun di tahun 2015, meningkat 22,66% dibandingkan tahun 2014. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari upaya Metrodata untuk lebih menjangkau penjualan kepada sektor usaha kecil dan menengah, perluasan pasar melalui ekspansi ke area ritel dan perbankan terutama untuk solusi middleware dalam rangka menunjang otomasi jalur B2B, B2C dan electronic channel.

Kenaikan pendapatan juga diikuti  peningkatan laba kotor sebesar Rp 98,2 miliar atau 15,01% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga Perseroan memperoleh laba kotor sebesar Rp 752,9 miliar di tahun 2015. Dengan segala upaya efisiensi pengendalian biaya, maka Metrodata berhasil mencapai laba bersih atas kepemilikan entitas induk sebesar Rp 226,6 miliar di tahun 2015, meningkat 27,46% dibandingkan tahun 2014.

Adapun pencapaian kuartal I – 2016 masih dirasakan dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan nasional di tahun 2015 di mana masih lesunya berbagai sektor industri di Indonesia. Namun, Metrodata pada kuartal pertama tahun 2016 masih mampu membukukan penjualan sebesar Rp 2,27 triliun, meningkat 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, margin laba kotor Metrodata pada kuartal pertama tahun 2016 mengalami pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan penjualan yaitu sebesar 23,6% atau meningkat senilai Rp 34,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan margin laba kotor ini terutama dikontribusikan oleh Unit Bisnis Solusi dan divisi komersial pada Unit Bisnis Distribusi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)