Merck Canangkan Indonesia Bebas Anemia

Sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap anemia, Merck dan Perhimpunan Dokter Gigi Gizi Medik Indonesia (PDGMI) meluncurkan kampanye “Indonesia Bebas Anemia”. Setiap orang, baik wanita maupun pria, anak-anak maupun dewasa tanpa didukung asupan gizi yang cukup memiliki potensi terkena anemia. Anemia yang kerap kali terjadi adalah Anemia Defisiensi Besi (ADB) yang juga merupakan salah satu penyakit silent killer yang berkontribusi hampir 20 persen dari kematian orang dewasa akibat kekurangan darah karena kurangnya zat besi.

Berdasarkan hasil penelitian oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, proporsi prevalensi anemia di Indonesia sebesar 26,4% anak-anak, 12,4% laki-laki usia 13-18 tahun, 16,6% laki-laki usia lebih dari 15 tahun, 22,7% pada perempuan 13-18 tahun, 22,7% perempuan 15-49 tahun, dan 37,1% pada ibu hamil.

Menurut Yustina Anie Indriastuti, Wakil Ketua PP-PDGMI, tuntutan setiap pekerja untuk lebih produktif dalam pekerjaan dan aktivitas, seringkali tanpa diimbangi dengan asupan gizi yang seimbang. “Hal ini dapat meningkatkan risiko menderita anemia, yang berdampak pada menurunnya produktivitas. Perlu diketahui bahwa 35% wanita pekerja Indonesia mengalami penurunan kinerja yang diakibatkan oleh anemia. Penurunan kinerja ini dapat mencapai hingga 20% atau bisa mencapai 6,5 jam per minggu,” ujar Yustina di Jakarta, (16/3).

Wanita pekerja membutuhkan zat besi lebih banyak untuk melakukan aktivitas sehari-hari, terlebih jika sedang dalam siklus menstruasi, periode kehamilan atau masa menyusui. Anemia disebabkan karena rendahnya asupan zat gizi yang penting untuk pembuatan Hemoglobin/Hb yaitu zat besi, asam folat, vitamin B12 dan protein mengakibatkan kadar Hb rendah.

Yustina juga menjelaskan bahwa gejala anemia yang pada umumnya dirasakan oleh penderita antara lain merasa pusing, mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Pengaturan pola hidup sehat diperlukan guna mengatasi anemia. “Untuk mencegah anemia adalah mengkonsumsi makanan yang meningkatkan penyerapan zat besi, seperti jeruk dan makanan hewani dari daging, unggas dan ikan. Juga tidak mengkonsumsi teh, kopi atau susu setelah makan karena akan menurunkan penyerapan zat besi dari makanan,” tambahnya.

Selain kampanye kesadaran publik “Indonesia Bebas Anemia” ini, Merck juga melakukan inisiatif-inisiatif lain seperti kampanye digital yang mengajak masyarakat berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran anemia melalui ribuan hashtag di mana kota-kota besar dengan hastag terbanyak akan dikunjungi booth kesehatan gratis. Booth berupa “Tanya Anemia Center” di mana para pengunjung dapat memperoleh edukasi mengenai anemia dan melakukan screening test dengan menggunakan anemiameter.

“Kami bangga kini dapat berkolaborasi dengan PDGMI untuk lebih meningkatkan lagi kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman mengenai gejala anemia untuk menyukseskan ‘Indonesia Bebas Anemia’,” kata Anie Rachmayani, Head of Marketing Consumer Health PT Merck Tbk. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)