Microsoft Menginspirasi Perempuan Indonesia Lewat Kampanye #WhatMakesNext

Saat ini isu mengenai kesetaraan gender semakin banyak digaungkan masyarakat Indonesia maupun dunia. Termasuk dalam hal profesi. Tidak sedikit profesi yang biasanya diidentikan dengan laki-laki kini juga ditekuni oleh kaum hawa. Di tengah semaraknya perayaan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Microsoft Indonesia turut serta merayakannya dengan kampanye yang bertajuk #MakeWhatsNext. Kampanye ini merupakan bagian dari program Microsoft YouthSpark yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa perempuan memiliki kebebasan untuk menggapai cita-cita dan tidak ada keterbatasan gender dalam setiap profesi.

IMG-20160421-WA0002Mira Fitria Soetjipto, Human Resource Director, Microsoft Indonesia, mengungkapkan bahwa berdasarkan riset global, rata-rata sebanyak 74% siswa SMA memilih ilmu di bidang Sains. Namun, ketika kuliah hanya sebesar 0,4% yang memilih bidang IT. Padahal, menurutnya dunia teknologi adalah sesuatu yang sangat menarik dan memiliki banyak peluang untuk kaum perempuan.

“Kami mempunyai wacana dan memberikan peluang kepada perempuan untuk mulai belajar coding sejak masih kecil. Umur 6 tahun saya rasa sudah mulai bisa dikenalkan dengan coding. Kami memiliki brenchmark setidaknya 27% karyawan Microsoft adalah perempuan. Namun saat ini persentase karyawan perempuan di Microsoft sudah mencapai 33%. Dan dari 33% itu sebanyak 38% persennya  berada di bagian teknikal. Ini di atas target kami,” lanjut Mira.

Microsoft sebagai perusahaan di bidang teknologi berkomitmen untuk memfasilitasi pendidikan dan sumber daya informatika agar dapat membantu menjembatani kesenjangan gender di bidang Science, Technology, Engineering dan Mathematic (STEM) dengan mengupayakan keterbukaan akses pendidikan ilmu komputer di seluruh dunia. Komitmen ini ditunjukkan dengan memberikan dana sejumlah USD 75 juta kepada 100 organisasi non profit di 55 negara melalui program YouthSpark.

Dalam pelaksanaan kampanye ini Microsoft bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI). PJI merupakan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan. “Yayasan ini fokus pada pendidikan kewirausahaan dan bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengajarkan kepada anak-anak dari SD sampai Perguruan Tinggi untuk melek uang sejak dini,” ujar Natalia Subagyo, Chair of the Executive Board, Prestasi Junior Indonesia.

Natali melanjutkan PJI juga ingin memberikan kesempatan lebih kepada para siswi. Upaya yang dilakukan adalah dengan membangun kesadaran bahwa mereka memiliki kemampuan dan peluang yang sama dengan yang teman-teman prianya untuk mampu menciptakan serta berinovasi dengan teknologi.

Dana yang disalurkan oleh Microsoft Indonesia sebesar lebih dari USD 50.000 kepada PJI untuk memberikan peluang dan mengikutsertakan perempuan muda dari golongan marjinal serta berkreasi menggunakan teknologi.

Yohana Yabise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) juga menyambut hangat dan mendukung penuh kampanye yang dilakukan oleh Microsoft bekerja sama dengan LSM Prestasi Junior Indonesia. “Kini saatnya kita memberikan kesempatan dan peluang bagi Kartini-kartini muda agar dapat berinovasi sehingga mampu menjadi perempuan yang aktif, cerdas dan inspiratif,” kata Yohana. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)