Resmi Melantai di Bursa, Golden Flower Targetkan Pendapatan Rp 530 Miliar

POLU mengeluarkan 150 juta lembar saham baru atau setara dengan 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor.

PT Golden Flower Tbk hari ini telah resmi menjadi emiten ke-17 dan ke-635 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang tercatat dengan kode saham POLU ini menerbitkan 150 juta lembar saham baru atau setara dengan 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor.

Sebelumnya, masa penawaran umum telah dilakukan pada 17-20 Juni 2019, dengan harga penawaran saham Rp 288 per lembar, sehingga perseroan akan memperoleh dana Rp 43,2 miliar. Ketika resmi tercatat pada pembukaan perdagangan hari ini, saham POLU naik 50% dari harga perdana menjadi Rp 432 per saham.

Presiden Komisaris PT Golden Flower Tbk, Po Sun Kok, menyampaikan, bahwa pihaknya akan menggunakan seluruh dana dari IPO untuk modal kerja, seperti pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain lain.

Dia berharap, penambahan modal kerja tersebut dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu, POLU menunjuk UOB Kay Hian Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) untuk penawaran saham.

"Kami adalah perusahaan yang selalu berkembang dan mencari peluang baru. Dengan IPO, Golden Flower akan bekerja lebih transparan, akuntabel, dan mandiri, karena saat ini perusahaan bukan lagi milik perorangan tapi masyarakat luas," katanya di gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/062019).

POLU juga optimistis setelah IPO dapat mencapai target pendapatan Rp 530 miliar hingga akhir tahun ini dari Rp 438,45 miliar pada 2018 atau tumbuh sebesar 20%. Adapun laba yang ditargetkan tumbuh sebesar Rp 18,8 miliar dari Rp 8,86 miliar pada 2018.

Direktur POLU, Lie Iwan Aliwayana, mengatakan, untuk mengejar target itu pihaknya akan meningkatkan kualitas teknologi mesin. "Pada akhir tahun ini, kapasitas produksi akan naik menjadi 900 ribu pieces per bulan," ujarnya.

Selain menggenjot di produksi, POLU juga berencana untuk meningkatkan volume ekspor terutama ke Amerika Serikat sebagai negara tujuan ekspor utamanya. Kemudian yang sedang dalam masa penjajakan adalah Timur Tengah. Asal tahu, saat ini Perseroan mengekspor 85% garmennya ke Amerika Serikat dan 15% sisanya ke Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Jepang, dan pasar Asia lainnya.

Didirikan di Semarang pada tahun 1980, PT Golden Flower Tbk telah berkembang selama 39 tahun terakhir yang melayani merek premium global seperti Calvin Klein, Ann Taylor, J. Kru, Tommy Hilfiger, Ralp Lauren, DKNY dan masih banyak Iagi.

Saat ini, perseroan mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja di 8 fasilitas produksi yang terdiri dari 5 sewing unit, penyimpanan kain, cutting unit, dan finishing unit, serta keseluruhan jumlah mesin garmen sebanyak 4.080 unit.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)