Siloam Medika, Solusi Praktis Pasien Saat Kritis

Lalu lintas yang padat dan selalu macet membuat waktu begitu berharga di Ibukota Jakarta, terutama untuk pasien yang tengah kritis dan harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit. Banyaknya pasien BPJS juga menjadi alasan PT Siloam International Hospitals Tbk mendirikan Siloam Medika, layanan rumah sakit kecil dengan kapasitas 40 tempat tidur.

“Tahun ini, selain menyelesaikan 8 proyek rumah sakit, kami juga tengah menyelesaikan perizinan 13 unit Siloam Medika,” kata Romeo Fernandez Lledo, Group President Director Siloam Hospitals.

Untuk mencapai rumah sakit Siloam, bisa membutuhkan waktu lebih dari satu jam karena lalu lintas yang padat di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya. Padahal, satu jam adalah waktu emas bagi pasien yang tengah dalam kondisi kritis, untuk segera diselamatkan.

Romeo F. Lledo ‎President Director at PT Siloam International Hospitals, Tbk Romeo F. Lledo ‎President Director at PT Siloam International Hospitals, Tbk

Siloam Medika akan memaksimalkan properti milik Lippo Group di 17 mal di DKI Jakarta, dengan kapasitas 40 tempat tidur dan luas area sekitar 500 meter persegi. Dalam keadaan darurat, pasien akan dijemput ambulans untuk segera dibawa pada Siloam Medika terdekat untuk segera diberi pertolongan pertama hingga kondisinya stabil.

Apabila pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut, maka akan dibawa ke Siloam Hospitals yang lebih besar. Ada 17 proyek Siloam Medika, 13 di antaranya sedang dalam pembangunan. Lokasinya berdampingan dengan mal yang beroperasi 24 jam. “Siloam Medika ini juga bisa melayani peserta BPJS,” ujarnya.

Grup Lippo terbilang agresif di bisnis healthcare. Dari hanya punya 4 RS Siloam pada 2010 lalu, konglomerasi milik Mochtar Riady ini kini telah memiliki 20 rumah sakit. Investasi yang dibutuhkan sekitar US$ 25 juta untuk mendirikan satu rumah sakit, meliputi peralatan berikut sumber daya manusianya.

“Salah satu strategi kami dalam melakukan ekspansi adalah menjadi pelopor dalam peralatan medis yang state-of-the-art (advanced),” katanya.

Sebagai contoh, RS Siloam adalah rumah sakit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Gamma Knife. Gamma Knife adalah alat utama untuk pengobatan non-invasif untuk berbagai jenis tumor otak dan kelainan otak serius lainnya. Tidak ada pisau sungguhan dalam peralatan medis ini. Gamma Knife juga dikenal sebagai Radiosurgery atau Stereotactic Radiation Therapy. (Reportase: Jeihan Kahfi Barlian)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)