Dana Rights Issue BEKS Berpotensi Naik 115% dari PUT VI

Direktur Utama Bank Banten, Agus Syabarrudin. (Foto : Dok)

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) telah merampungkan masa perdagangan pada Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang berakhir pada Kamis, 21 Oktober 2021. Dana yang terserap dari rights issue Bank Banten per Jumat pekan lalu itu senilai Rp 470 miliar. Nilai ini berpotensi bertambah hingga Rp 696 miliar lantaran sejumlah investor bakal mengeksekusi pembelian saham di rights issue BEKS ini. Penggalangan dana BEKS pada PUT VII yang senilai Rp 696 miliar ini berpotensi melampaui PUT VI senilai Rp 320,5 miliar.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin, mengungkapkan adanya tambahan pemesanan saham sebanyak 2,93 miliar ini berdasarkan data biro administrasi efek (BAE). “Jumlah pemesanan saham tambahan yang masuk ini sebanyak 2.936.218.900 saham. Jumlah saham ini jika dikalikan Rp 77, maka potensi dana yang masuk senilai Rp 226.088.855.300. Harapan saya, mereka (investor) segera mengeksekusi dan menebus HMETD Bank Banten pada pada Senin pekan ini,” kata Agus di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Dengan demikian, jika terlaksana semua saham tambahan itu maka BEKS akan menghimpun dana sebesar Rp 696 miliar dari pelaksanaan PUT VII tersebut. “Jadi PUT VII BEKS, bukan tidak diminati oleh investor, terbukti ada beberapa konsorsium investor yang menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Bank Banten,” kata Agus menambahkan. Beberapa konsorsium kelompok usaha (grup) yang bersiap menjadi investor Bank Banten tetap berkomitmen terhadap rights issue Bank Banten. “Namun karena keterbatasan waktu hanya sekitar 5 hari kerja untuk exercise date-nya dan hari libur nasional pada pertengahan pekan lalu, mereka belum berkesempatan masuk dalam PUT VII ini. Meski demikian mereka tetap berkomitmen untuk masuk ke BEKS” ungkap Agus

Penggalangan dana PUT VII yang senilai Rp 696 miliar itu melampaui target yang dicanangkan di rencana bisnis bank (RBB) Bank Banten, yakni sebesar Rp 600 milliar.  Agus mengatakan perolehan dana pada PUT VII ini naik sebesar 115,29% dari perolehan dana pada PUT VI yang dilaksanakan BEKS pada 4 Januari 2021. “Dana dari PUT VI yang diperoleh Bank Banten dari investor senilai  Rp 320,5 miliar, artinya minat investor cukup tinggi terhadap rights issue atau PUT VII Bank Banten” Agus menjabarkan.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan komitmen pemegang saham BEKS, yakni Pemerintah Provinsi Banten yang menyokong rencana bisnis perseroan untuk mencapai pertumbuhan kinerja keuangan di masa mendatang Bank Banten ke depannya. Pemprov Banten juga sudah bersiap untuk membuat peraturan daerah multiyear berkesinambungan untuk penanaman modal di Bank Banten

“Komitmen dari Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) dengan  memisahkan dari Banten Global Development (BGD) dan rencana penerbitan perda modal untuk  Bank Banten sebesar  Rp 1,5 triliun hingga Rp 3 triliun  untuk modal berkelanjutan Bank Banten ke depannya,” ungkap Agus dengan nada optimistis.

Seperti diketahui, Bank Banten  menerbitkan maksimal 23,39 miliar saham baru seri C dengan nominal Rp 50 per saham melalui rights issue. Pada aksi korporasi ini, BEKS menetapkan harga pelaksanaan rights issue senilai Rp 77 per saham. Agus menjelaskan dana hasil rights issue akan digunakan untuk perluasan bisnis perseroan, khususnya untuk penyaluran kredit sekitar 65% serta penguatan struktur keuangan perseroan sebesar 35%. Adapun, tanggal terakhir pencatatan (recording date) untuk HMETD ini pada 12 Oktober 2021. Periode perdagangan HMETD berlangsung pada 14 Oktober-21 Oktober 2021. Kemudian, penjatahan berlangsung pada 26 Oktober 2021.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)