Direksi Estika Tata Tiara Blusukan ke BAE

Dirut KIBIF , Yustinus Sadmoko (kanan) sedang melayani langsung calon investor yang akan membeli saham perdana KIBIF

Menjelang sahamnya dicatatkan (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara Tbk (KIBIF) blusukan ke Biro Administrasi Efek (BAE) PT Adimitra Jasa Korpora pada akhir pekan lalu (41/2019). Jajaran direksi KIBIF turun langsung menyaksikan dan melayani calon investor yang sedang melakukan registrasi, pencatatan hingga pembelian efek pada penawaran saham perdana mereka yang berlangsung sejak tanggal 2 sampai 4 Januari 2019.

Produsen dan distributor makanan olahan terintegrasi yang berencana melantai di BEI pada 10 Januari 2019 ini menawarkan 376.862.500 lembar saham baru, atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran umum saham perdana senilai Rp 340 per saham.

Yustinus Sadmoko, Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk., mengatakan, pihaknya percaya diri jika keuntungan atau laba bersihnya pada tahun ini akan mencapai sekitar Rp80 miliar. Angka tersebut meningkat empat kali lipat dari laba bersih tahun 2018 yang diperkirakan sebesar Rp20 miliar - 25 miliar.

Optimisme tersebut ditunjang rencana KIBIF untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 3 kali lipat pada pabrik mereka di Salatiga, Subang dan Cikarang. "Kami sudah membeli mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kami perkirakan, mesin akan beroperasi di semester kedua tahun 2019," imbuh Yustinus.

Juanita Gracianti Adoe, Direktur Pemasaran jKIBIF, menambahkan, pihaknya akan memperluas jaringan dengan menambah sekitar 20 distributor besar pada 2019. Kemudian, KIBIF juga akan memasarkan produknya ke pasar-pasar modern dan supermarket besar. "Saat ini KIBIF sudah memiliki jaringan 500 outlet, dan akan ditambah terus supaya makin luas jaringan kita,” dia menegaskan.

Ditemui pada kesempatan yang sama, John Octavianus selaku Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas menyatakan bahwa saham KIBIF telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Efek Syariah. “Selain saham umum, saham KIBIF masuk ke dalam kategori efek syariah. Dengan memenuhi beberapa syarat tambahan, saham KIBIF dapat masuk ke Index Syariah,” tambahnya.

Saham KIBIF resmi bergelar Efek Syariah terhitung sejak 23/11/2018, yang mana sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pedukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Saat ini segmen usaha KIBIF tidak hanya terbatas pada pengolahan dan perdagangan sapi dan daging sapi, tetapi juga meliputi pengolahan ayam, ikan, dan frozen dough. Merek dagang utama Perseroan adalah KIBIF, yang merupakan pionir merek daging kemasan di Indonesia.

Saat ini, KIBIF telah memiliki tiga pabrik pengolahan di wilayah Cikarang (Jawa Barat), Subang (Jawa Barat) dan Salatiga (Jawa Tengah), dengan total kapasitas produksi mencapai 1,500 ton per bulan. Selain itu, PT Estika Tata Tiara juga telah mengantongi sertifikat ISO 9001:2015 untuk penjualan, pergudangan dan distribusi produk segar, produk dingin, daging olahan, ikan olahan, unggas olahan dan produk daging olahan.

Produksi daging KIBIF di antaranya adalah sosis, bakso, smoked beef, bockwurst, burger, daging sapi kemasan 1 kg dan 500 gr, serta produk terbarunya Kipao minipao. Produk tersebut merangsek pasar dengan mengusung sejumlah merek, antara lain, KIBIF, Boss, Murato, Adell, dan Kipao.

Pasar utama KIBIF adalah di dalam negeri dan menjangkau konsumen melalui pasar modern seperti Aeon, Foodhall, Hypermart, Indomaret, Lulu Hypermarket, dan Transmart Carrefour, pasar tradisional, distributor, industri serta food service (hotel, restoran, catering).

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)