Efektivitas Uji Coba Vaksin 89 Persen, Saham Novavax Meroket

Ilustrasi  vaksin Novovax (Istimewa).
Ilustrasi vaksin Novovax (Istimewa).

Perusahaan pengembangan vaksin asal Amerika, Novavax Inc, merilis bahwa efektivitas vaksin virus corona jenis baru 2019 (Covid-19) di Inggris tembus 89,3 persen. Kabar ini sekaligus mengerek peningkatan saham Novavax dalam pasar modal Amerika Serikat (AS).

Namun demikian efektivitas vaksin Novavax justru turun drastis di Afrika Selatan sebesar 60 persen saja. Dilansir di Reuters, Jumat (29/1), Novavax Inc mengumumkan bahwa efektivitas vaksin Covid-19 di Inggris hampir sama efektifnya dalam melindungi terhadap varian yang lebih menular yang pertama kali ditemukan di Inggris sebagaimana analisa awal.

Uji coba tahap menengah vaksin di Afrika Selatan, menunjukkan efektivitas 60 persen di antara orang yang tidak memiliki human immunodeficiency virus (HIV). Atas kabar itu, saham Novavax melonjak 34 persen setelah jam perdagangan merilis hasil uji coba pada hari yang sama Amerika Serikat melaporkan kasus pertama varian corona di Afrika Selatan.Baca Juga

Diketahui bahwa Novavax sudah menimbun vaksin di enam lokasi manufaktur yang beroperasi, dan mengatakan pihaknya mengharapkan total delapan pabrik di tujuh negara untuk memproduksi dengan kecepatan dua miliar dosis per tahun, termasuk dari Serum Institute of India.

Perusahaan dalam panggilan konferensi mencatat bahwa ini adalah data sementara dan para eksekutif mengatakan mereka memperkirakan akan ada dua hingga tiga bulan sebelum mereka siap untuk mengajukan otorisasi dengan regulator.

Uji coba di Inggris, yang melibatkan 15 ribu orang berusia 18 hingga 84 tahun, diharapkan dapat digunakan untuk mengajukan permohonan di Inggris, Uni Eropa, dan negara lain. Persetujuan vaksin Novavax akan sangat disambut di Eropa karena mereka berjuang dengan pasokan vaksin yang sedikit setelah Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca Plc menyuplai lebih sedikit dari yang diharapkan.

Para eksekutif dalam panggilan tersebut mengatakan bahwa perusahaan sedang berdiskusi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika mengenai apakah data Inggris dan Afrika Selatan cukup untuk mengajukan otorisasi penggunaan darurat Amerika Serikat.

Studi di Inggris terjadi karena varian Inggris yang lebih dapat ditularkan beredar. Analisis awal menunjukkan vaksin itu 85,6 persen efektif melawan mutasi ini, kemudian perusahaan Amerika Serikat mengumumkan dalam rilis persnya bahwa hal itu tidak memberikan data rinci.

Dalam uji coba di Inggris, keefektifan vaksin tersebut mendekati keefektifan dua vaksin resmi dari Pfizer Inc dengan BioNTech SE dan Moderna Inc, yang rejimen dua dosisnya sekitar 95 persen efektif untuk mencegah Covid-19 dalam uji klinis.

Ahli Mikrobiologi dan Imunologi di Weill Cornell Medical College di New York, John Moore, mengatakan bahwa data Novavax UK pada dasarnya sama dengan hasil dari Pfizer dan Moderna.

“Ini tidak berbeda secara statistik. Vaksin ini pada dasarnya bekerja dengan baik pada strain dominan yang beredar di Inggris, yang berarti vaksin itu kemungkinan besar sama efektifnya di Amerika Serikat,” katanya.

Sumber: Republika.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)