Emiten Emas, Properti, dan Rumah Sakit Menghuni LQ45

Saham perbankan memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan di Selasa (23/2/2016). (Foto : Vicky Rachman/SWA)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan saham-saham yang tercatat sebagai konstituen di Indeks LQ45 dan IDX30. Indeks LQ45 dan IDX30 merupakan indeks yang masing-masing konstituennya terdiri dari 45 dan 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental yang baik dan tingkat kepatuhan yang tinggi.

Indeks-indeks tersebut diharapkan dapat menjadi acuan untuk investor mencermati pergerakan harga saham berdasarkan kriteria tersebut. Selain itu, kedua indeks tersebut juga dapat menjadi underlying asset Manajer Investasi untuk menerbitkan produk-produk investasi lainnya, seperti reksa dana dan Exchange Traded Fund (ETF). Indeks LQ45 dan IDX30 mendapatkan peninjauan ulang (review) sebanyak empat kali dalam satu tahun, masing-masing dua kali review mayor dan minor.

Peninjauaan ulang mayor dilakukan pada Januari dan Juli untuk efektif di bulan Februari dan Agustus. “Review mayor itu bertujuan untuk mengevaluasi konstituen indeks dan bobot yang digunakan untuk penghitungan indeks,” ujar Yulianto Aji Sadono, Sekretaris Perusahaan BEI dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jum’at (24/7/2020).

Sedangkan review minor pada Mei dan November dilakukan untuk mengevaluasi bobot indeks. Untuk major review kali ini terdapat tiga saham baru yang menjadi konstituen Indeks LQ45, yaitu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Saham tersebut menggantikan tiga saham yang sebelumnya tercatat di Indeks LQ45, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT.) Adapun, MDKA adalah produsen emas, Mitra Keluarga adalah emiten rumah sakit, dan SMRA bergerak di bisnis properti.

Pada saat yang bersamaan, BEI mengumumkan penambahan tiga saham baru di Indeks IDX30, yaitu PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk, PT XL Axiata Tbk, dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. Saham tersebut menggantikan BRPT, PT PP (Persero) Tbk, dan WSKT.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)