Emiten Pariwisata Bidik Pendapatan Naik 20% Tahun Depan

Panorama optimistis di tahun 2018. (Foto : Dokumen Panorama).

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) atau Panorama memperkirakan pendapatan di tahun 2017 naik sebesar 18% dengan laba tumbuh positif dibandingkan tahun 2016. Perseroan menargetkan pendapatan pada 2018 tumbuh sebesar 20%.

Pertumbuhan ini juga mendapat kontribusi dari upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan promosi dan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Untuk memperkuat posisi ke depannya, pilar bisnis PANR, yakni biro perjalanan melakukan berbagai upaya menuju sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan yang dikampanyekan oleh United Nations World Tourism Organization. Tahun ini pilar bisnis perseroan telah mendapatkan status Travel Partner dari Travelife dan menandatangani kerjasama program “Adopt a Reef” di Taman Nasional Wakatobi bersama The Nature Conservancy.

Faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perseroan adalah era “leisure economy”  ketika masyarakat beralih untuk membeli “pengalaman” dibanding produk. Hal ini ditambah lagi dengan bonus demografi, peningkatan usia produktif dan pertumbuhan kelas menengah.

Untuk menjangkau lebih kuat dan lebih luas pada segmen ini, pada awal 2017 Panorama bersinergi dengan JTB Corporation, sebuah perusahaan travel terkemuka di Jepang dan di Asia Pasifik. “Industri pariwisata tengah berkembang pesat saat ini, bisnis pariwisata tidak sama seperti sebelumnya tapi kami melihat peluang yang sangat baik untuk 2018” ungkap Budi Tirtawisata, Direktur Utama Panorama dalam pernyataan tertulisnya.

Manajemen Panorama, menurut Budi, telah menyusun beberapa langkah strategi untuk menghadapi bisnis yang sangat dinamis ini, salah satunya dengan memastikan sinergi dan integrasi antar bisnis usaha untuk mendapatkan harga yang kompetitif. Pariwisata di era digital kini lebih kompleks dan sudah menjadi salah satu industri jasa multidimensi dan berkembang sangat pesat.

Menurut World Tourism, tren pariwisata akan terus meningkat, bahkan pariwisata global tumbuh rata-rata di atas 4% per tahun. Perseroan sangat optimistis terhadap peningkatan kinerja perseroan di tahun yang akan datang sejalan dengan gerak maju industri pariwisata.

Panorama akan terus berinovasi dan menerapkan digitalisasi di semua lini operasional untuk memberikan pelayanan dan pengalaman yang terbaik untuk para pelanggan Panorama, baik di tanah air maupun di mancanegara. Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun 2018 pada kisaran Rp 50 miliar untuk pengembangan usaha berbasis teknologi (ICT), pengembangan kantor, pengembangan jaringan usaha hingga ke tingkat regional. Adapun capex akan dikembangkan sesuai kondisi perusahaan dengan perhitungan yang cermat.

Perseroan juga terus berkolaborasi dari Kementrian Pariwisata dengan co-branding Wonderful Indonesia untuk bersama mencapai target wisatawan mancanegara  sebanyak 20 juta pada 2019. Harga saham Panorama pada penutupan perdagangan Jum’at pekan lalu berada di level Rp 535, turun 0,93% dibandingkan hari sebelumnya di harga Rp 540.

 

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)