Emiten Properti Bidik Pembeli Gudang dari UMKM dan Startup

Felix Soesanto, Direktur Utama BBSS. (Foto : Istimewa)

PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk membidik perusahaan skala kecil-menengah dan perusahaan rintisan (startup) untuk membeli atau menyewa gudang di kawasan pergudangan perseroan di Surabaya, Jawa Timur. Bumi Benowo sedang menyelesaikan pembangunan kawasan pergudangan tahap 1 yang rencananya membangun gudang sebanyak 60 unit dan rumah toko (ruko) 13 unit. “Di dalam salah satu gudang ini ada rencana sebagai tempat gudang untuk perakitan kendaraan listrik dan cold storage dalam waktu dekat ini,” ujar Felix Soesanto, Direktur Utama Bumi Benowo saat dihubungi SWA Online di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Emiten properti yang sahamnya berkode BBSS ini merancang luas lahan gudang yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Luas lahan gudang BSSS ada yang seluas 300 m2, 600 m2, dan 900 m2. Luas lahan dirancang seperti demikian untuk memenuhi kebutuhan perusahaan rintisan atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Yang membedakan gudang konvesional dengan milik kami adalah desain gudang, permintaan datang dari perusahaan UMKM dan pengusaha dari generasi milenial yang membutuhkan gudang yang luasnya relatif kecil, seluruh gudang BBSS itu luasnya di bawah di bawah 1.000 m2,” tutur Felix.

Ia mencermati luas gudang yang minimalis itu diminati para pengusaha karena bisa memangkas biaya logistik dibandingkan menyewa atau memiliki gudang yang luasnya lebih besar dari luas gudang BBSS itu. “Gudang terlalu besar itu membutuhkan dana lebih banyak dibandingkan gudang berluas kecil, efektifitas supply chain logistk karena saat ini tidak zamannya lagi perusahaan menyediakan stock persediaan yang banyak, tetapi lebih mengutamakan perputaran barang yang cepat, artinya turn over lebih tinggi maka lebih bagus karena tidak membutuhkan gudang yang luas sehingga dana mengalir terus,” dia menjabarkan.

Penyewa atau pembeli gudang diberikan opsi kustomisasi luas lahan yang disesuaikan kebutuhan. Rencana awal, gudang BBSS itu digunakan oleh konsumen sebagai fasilitas perakitan kendaraan listrik yang total luas lahan 1.500 m2 dan cold storage seluas 300 m2. Fleksibiltas mengenai luas lahan itu disodorkan oleh perseroan kepada calon pembeli atau investor.

Adapun, izin yang diperoleh perseroan mengembangkan pergudangan ini totalnya seluas 30 ha. Merujuk rencana induk (masterplan) pembangunan, Felix menyebutkan, lahan seluas itu akan dibangun gudang sebanyak 500 unit dan ruko 500 unit. Dia mengklaim kawasan pergudangan BBSS ini yang terbesar di kawasan Surabaya. Felix mengatakan pihaknya mengoptipmalkan pemasaran dan penjualan gudang di platform digital atau online. “Tidak melalui pemasaran konvesional,” sebutnya.

Strategi pemasaran digital itu membuahkan hasil lantaran Bars Motors LLC, produsen kendaraan listrik dari Mongolia, mengucurkan investasi senilai US$ 10 juta atau Rp 155 miliar untuk membangun pabrik perakitan kendaraan listrik di lahan pergudangan BBSS dan anak perusahaan, yaitu PT Cipta Unggul Arta Nusantara. Bars Motors Bars Motor dan Bumi Benowo menyepakati investasi ini seiring dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada 24 April 2020. Nilai investasi itu sudah termasuk lahan, fasilitas, teknologi, dan peralatan. Bars Motors yang beroperasi di beberapa negara di Asia dan Afrika, merakit kendaraan penumpang, kendaraan listrik, dan kendaraan berat jenis truk angkutan.

Harga saham BBSS pada Rabu pekan ini ditutup pada Rp 147, turun 0,68% poin dari Rp 148 pada perdagangan sebelumnya. Harga ini relatif murah sehingga investor diprediksi mengakumulasi beli saham. Investor mencermati kinerja bisnis perseroan yang menargetkan penjualan di tahun 2020 naik sebesar 579,1% dan laba bersih tumbuh 808,3%. Selain itu manajemen memberikan target untuk pembagian dividen meskipun baru tahun pertama IPO di Bursa Efek Indonesia, yaitu sebesar maksimal 20% dari laba bersih 2020.

BBSS optimistis target kinerja keuangan tersebut akan tercapai karena perusahaan meyakini bisnis perseroan akan ditopang bisnis e-commerce dan perusahaan logistik pihak ketiga (third party logistics/3PL) yang masih menjanjikan. Industri-industri tersebut juga masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar karena didukung realisasi program tol laut pemerintah yang membantu distribusi barang di setiap pulau menjadi lebih efektif.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)