Empat Strategi Bisnis Multipolar di Tahun Macan Air

PT Multipolar Technology Tbk mencatatkan laba bruto Rp437 miliar dan laba berjalan sebesar Rp260,87 miliar di tahun 2021. Selain itu, perusahaan membagikan deviden Rp253,13 miliar atas 1.875.000.000 saham atau Rp135 per lembar saham.

Wahyudi Chandra, Presiden Direktur PT Multipolar Technology Tbk mengatakan bahwa pandemi mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya permintaan teknologi informasi untuk mendukung produk dan layanan perusahaan. “Perseroan terus berupaya memperluas target pasar melalui diversifikasi produk dan layanan guna memenuhi kebutuhan pelanggan dalam membangun ketahanan digital,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual yang dilakukan siang tadi (11/05/2022).

Kontribusi terbesar sepanjang tahun 2021 didapat dari penjualan HardwareSoftwareProfessional Services, dan Managed Services, serta penjualan solusi berbasis konsumsi (consumption-based solution) dan professional services. “Strategi yang kami terapkan sudah mulai membuahkan hasil, baik dari sisi pelanggan, solusi, dan sumber daya, yang selaras dengan perubahan di sisi pelanggan dan juga principal kami,” tambah Wahyudi.

Dia menjabarkan di tahun 2022 perseroan akan menerapkan 4 strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja. Empat strategi tersebut adalah memperkuat dan memperluas basis pelanggan, meningkatkan kapabilitas di teknologi baru, mengembangkan sumber daya manusia dan keunggulan operasional, dan memperluas portofolio digital dan teknologi.

Sementara dari sisi perluasan portofolio digital dan teknologi, Perseroan akan mengembangkan big data dan analytics, CloudSecurity, dan Digital Banking. Beberapa inisiatif telah dilakukan, mulai dari pengembangan kompetensi solusi big data dan analytics pada area data lake platform, ETL, dan analytics berbasis Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), serta visualization.

Dari sisi digital banking, perusahaan juga telah menjalin kemitraan dengan penyedia solusi platform digital core banking, mengembangkan surrounding modules dan Open Banking API untuk mendukung tren bisnis perbankan digital. “Kami akan terus mendorong penjualan solusi dengan tambahan services, membangun solusi dengan intellectual property (IP) di atas solusi dari principal, dan meningkatkan pendapatan dari bisnis berbasis konsumsi (consumption-based business),” kata dia.

Transformasi digital dan konsep hybrid working yang menjadi tren saat ini membuat Multipolar juga menjalin kolaborasi dengan penyedia solusi cloud global, termasuk mengembangkan fokus di sektor asuransi dengan menyediakan solusi asuransi berbasis cloud dan di sektor ritel dengan solusi berbasis IoT (Internet of Things). Selain itu, Perseroan juga menyediakan solusi untuk meningkatkan produktivitas, kolaborasi, dan fleksibilitas kerja seperti Infrastructure-as-a Service (IaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Software-as-a-Service (SaaS).

Lebih jauh, dia memaparkan, maraknya penggunaan teknologi bertalian erat dengan kebutuhan akan kemanaan siber. Melihat peluang tersebut Multipolar kini memperkuat kompetensi solusi di bidang network dan perimeter securityinternet security, dan data security agar siap menjawab kebutuhan pasar. “Peningkatan level kemitraan dengan principal dan pengembangan kompetensi sumber daya juga dilakukan sebagai bukti komitmen Perseroan dalam menyediakan solusi dan kinerja terbaiknya bagi pelanggan,” ungkap Wahyudi.

Sebagai tambahan, Multipolar menargetkan kenaikan laba 5% di tahun 2022. Angka tersebut sejalan dengan peningkatan rata-rata market di tahun ini sebanyak single digit atau 5%. Sementara itu, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp210 miliar sebagai belanja modal. Dana tersebut sebagian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan internal perusahaan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)