2020, Intiland Fokus pada Proyek-Proyek Eksisting

Salah satu poyek mixed use Intiland Development yaitu Praxis Surabaya.

Di tengah perlambatan yang terjadi di industri properti, PT Intiland Development Tbk hingga akhir 31 Desember 2019 berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,7 triliun, atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp 2,5 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, mengatakan, naiknya pendapatan usaha di tahun 2019 berasal dari penjualan segmen pengembangan mixed-use and high rise dan kawasan perumahan. Kenaikan tersebut juga ditopang dari penjualan dari aset-aset non-core yang belum akan dikembangkan dalam waktu dekat pada kuartal keempat tahun lalu.

Ia menambahkan, pendapatan usaha meningkat terutama karena adanya penyelesaian beberapa proyek baru, sehingga hasil penjualannya bisa diakui dan dicatatkan sebagai pendapatan usaha. Pembangunan proyek-proyek ini sudah tahap penyelesaian dan mulai serah terima ke konsumen seperti kondominium Graha Golf, The Rosebay, Spazio Tower dan 1Park Avenue.

Diakui Archied, pendapatan pengembangan (development income) masih memberikan kontribusi terbesar yang mencapai Rp 2,1 triliun atau 77,2 persen dari keseluruhan. Dibandingkan tahun 2018 senilai Rp 1,9 triliun, nilai pendapatan pengembangan meningkat sebesar 8 persen.

Sedangkan pendapatan usaha berikutnya bersumber dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang memberikan kontribusi Rp 623,1 miliar atau sekitar 22,8 persen dari keseluruhan. Pendapatan usaha dari segmen properti investasi ini membukukan peningkatan 4,5 persen dibandingkan pencapaian tahun 2018 yang nilainya Rp 596,4 miliar.

Dari sumber pendapatan pengembangan, menurut Archied, segmen mixed-use & high rise tercatat memberikan kontribusi paling besar mencapai Rp 1,1 triliun, atau 40,6 persen. Kontribusi tersebut mengalami peningkatan 35,6 persen dibandingkan pencapaian 2018 yang sebesar Rp 819,5 miliar.

Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan yang mencapai Rp 942 miliar atau 34,4 persen, sedangkan tahun 2018 sebesar Rp 629,6 miliar, atau terjadi peningkatan sebesar 49,6 persen di tahun 2019.

Lebih lanjut, menurut Archied, segmen pengembangan kawasan industri menyumbang Rp 60,3 miliar atau 2,2 persen dari total. Sebagian besar berasal dari penjualan lahan industri Ngoro Industrial Park di Mojokerto, Jawa Timur dan penjualan gudang logistik di Aeropolis, Tangerang.

Meningkatnya pendapatan usaha menyebabkan laba kotor perseroan juga mengalami kenaikan. Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor tahun 2019 sebesar Rp1,1 triliun, naik 12,5 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp 1 triliun. Sementara laba usaha perseroan juga melonjak 44,2 persen menjadi Rp 603,5miliar, dibandingkan tahun 2018 senilai Rp 418,7 miliar.

“Laba bersih Intiland tahun lalu Rp 251,4 miliar, naik 23,5 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 203,7 miliar. Naiknya laba bersih ini juga disumbang dari hasil penjualan saham perseroan di National Hospital di Surabaya, pada akhir tahun lalu,” ungkap Archied.

Diakui Archied, tantangan Industri properti cukup berat tahun ini. Kondisi darurat akibat pandemik penyebaran Covid-19 telah secara langsung menciptakan dampak negatif terhadap kondisi perekonomian dan bagi upaya pemulihan sektor properti nasional serta berdampak terhadap arus kas perusahaan.

Menyikapi hal tersebut, Intiland akan terus berupaya menjaga kinerja usaha tahun ini dengan strategi pengembangan fokus pada proyek-proyek eksisting atau proyek yang berjalan. Selain itu, terus mengeksplorasi semua peluang pasar, termasuk ke segmen konsumen menengah ke bawah yang masih cenderung bergerak dengan target utama para pembeli akhir. Mencermati perkembangan situasi dan kondisi saat ini, Intiland cenderung menempuh langkah konservatif dalam memutuskan setiap pengembangan proyek baru.

"Peluncuran proyek baru tentu ada sesuai rencana pengembangan. Namun kami terus memantau situasi dan arah pergerakan pasar secara teliti dan hati-hati untuk mendapatkan momentum terbaik saat peluncuran," kata Archied.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)