AAJI: 2013, Total Premi Asuransi Jiwa Rp 113,93 Triliun

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi di 2013 sebesar Rp 113,93 trilun, atau tumbuh 5,8% dari total premi tahun 2012. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan premi lanjutan dari Rp 32,72 triliun menjadi Rp 42, 2 triliun, atau meningkat 29% dari tahun sebelumnya. Unit link masih menjadi kontributor terbesar dari total premi tersebut, dengan kontribusi 54,6%, dan ini naik 9,9% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan produk tradisional menyumbang 45,4% terhadap total pendapatan premi.

AAJI2013 (1)

Apabila dilihat dari kontribusi saluran pemasaran terhadap total premi, saluran pemasaran keagenan pada tahun 2013 tetap memberikan kontribusi terbesar dengan 45,5%, dan bancassurance serta saluran pemasaran alternatif masing-masing berkontribusi 37,1% dan 17,4%. Sementara, pendapatan total premi bisnis baru pada tahun 2013 tidak banyak berubah, dengan sedikit penurunan sebesar 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi Rp 71,7 triliun. Pelemahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya pelemahan ekonomi dunia dan gejolak pasar saham sepanjang tahun 2013.

“Pertumbuhan jumlah tertanggung dan total premi lanjutan merupakan sinyal positif untuk perkembangan industri asuransi jiwa yang akan terus tumbuh, meski terjadi pelambatan pertumbuhan premi baru. Pertumbuhan ini menandakan nasabah semakin paham mengenai pentingnya asuransi jiwa dalam memberikan perlindungan pada saat paling dibutuhkan,” jelas Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim.

Menyoal jumlah tertanggung selama tahun 2013, jumlahnya meningkat sebesar 92,5% dari 45,77 juta orang menjadi 88,13 juta orang. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan jumlah tertanggung baik secara individu maupun kelompok. Pada kuartal IV 2013, AAJI mencatat jumlah tertanggung individu meningkat 24% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara, jumlah tertanggung kumpulan naik 114,2% menjadi 74,51 juta orang.

Untuk peningkatan total klaim dan manfaat yang dibayarkan sebesar 10,9%. Pada tahun 2013, industri asuransi jiwa membayar Rp 71,64 triliun klaim dan manfaat atau Rp 196 miliar setiap harinya. Klaim dan manfaat yang dibayarkan tersebut meliputi polis yang berakhir masa kontraknya (maturity) berjumlah Rp 9,3 triliun naik sebesar 25,7% dibandingkan dengan tahun 2012 yang berjumlah Rp 7,9 triliun; klaim meninggal dunia turun 1,3% menjadi Rp 5,4 triliun; polis yang ditebus (surrender value) cenderung stabil 11,2% menjadi Rp 50 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp 44, 259 triliun; dan klaim kesehatan senilai Rp 5,7 triliun dan klaim lain-lain senilai Rp 1,6 triliun.

“Para perusahaan anggota AAJI akan tetap menunaikan tanggung jawabnya dalam memberikan perlindungan kepada para masyarakat. Kami akan membayarkan semua klaim yang memiliki persyaratan lengkap sesuai manfaat polis yang dimiliki para pemegang polis dan/atau penerima manfaatnya. Kami berharap dengan komitmen ini masyarakat semakin menanamkan kepercayaannya kepada industri asuransi,” tuturnya.

AAJI juga merasa optimis bahwa kondisi industri asuransi jiwa jauh lebih baik di 2014. “Awal tahun ini kita lihat industri di Indonesia agak menggeliat. Indeks saham mulai membaik, dan Rupiah juga. Kami masih yakin industri (asuransi jiwa) akan tetap berkembang dengan pertumbuhan di kisaran 20%-30% dari 2014 sampai 2018. Ini kita lihat pengalaman lima tahun lalu yang bertumbuh di level 20%-30%. Jadi masih on track. Apalagi pasar mikro akan mulai digarap. Kita juga yakin, walau tahun politik, tetapi kondisi Pemilu itu merupakan pasar baru, ada potensi proteksi kontestan Pemilu. Jadi nasabah bisa naik sampai 20%-30%,” ungkapnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)