Akibat Paket Layanan Affordable, Laba XL Anjlok 52,7%

PT XL Axiata Tbk. (XL) menderita penurunan laba dari Rp 667,388 miliar dari kuartal 1 2012 menjadi Rp 315,512 miliar pada kuartal 1 2013 atau anjlok 52,7%.

Penurunan laba disebabkan meningkatnya beban perseroan sekitar 15,5% dari Rp 3,785 triliun pada kuartal 1 2012 menjadi Rp 4,372 triliun kuartal pertama tahun ini. Perseroan gencar meluncurkan sejumlah paket layanan dengan harga lebih rendah (affordable).

Penurunan kinerja keuangan turut dipengaruhi realisasi pembangunan infrastruktur BTS sepanjang kuartal  1 2013 jauh lebih banyak dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengakibatkan penyerapan beban biaya penyewaan tower ditanggung pada kuartal pertama tahun ini.

"Selain itu, kerugian XL juga diakibatkan oleh biaya keuangan yang sangat tinggi yakni mencapai Rp 223,272 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini," ujar  Direktur Utama XL, Husnul Suhaimi, di Jakarta, Kamis (2/5). Padahal, periode yang sama tahun lalu, kerugiannya hanya Rp 198,973 miliar.

Penghasilan keuangan XL juga turun signifikan sekitar 50,63% dari Rp 36,415 miliar per 31 Maret 2012 menjadi Rp 17,975 miliar. Hal itu seiring kerugian biaya keuangan bersihnya mencapai Rp 205,297 miliar per 31 Maret 2013 dari Rp 162,558 miliar periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendapatan meningkat 3,20% dari Rp 4,865 triliun menjadi Rp 5,021 triliun pada kuartal 1 ini ditopang pertumbuhan pelanggansebesar 7% menjadi  49,1 juta, serta peningkatan penggunaan outgoing voice minutes, SMS, dan traffic data. Total aset perseroan tercatat Rp 37,091 triliun. Posisi akhir Desember 2012 mencapai Rp 35,544 triliun. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)