Alibaba Catatkan Pendapatan US$ 21,77 Miliar

Alibaba Group Holding Limited mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir 30 Juni 2020. Pendapatan tercatat RMB 153,751 miliar (US$ 21,762 miliar), atau meningkat sebesar 34% year-on-year.

Jumlah konsumen aktif tahunan marketplace ini juga mencapai 742 juta, meningkat 16 juta dari periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2020. Adapun jumlah konsumen aktif di mobile (Mobile MAU) mencapai 874 juta pada Juni 2020, meningkat 28 juta selama Maret 2020.

“Alibaba Group mencatatkan pertumbuhan yang pesat sepanjang kuartal lalu. Kami berada pada posisi yang baik untuk dapat mewujudkan perkembangan dari transformasi digital yang tengah terjadi, dan kian dipercepat dengan adanya pandemi, baik dari segi konsumsi maupun dari segi operasi bisnis,” ujar Daniel Zhang, Chairman dan Chief Executive Officer of Alibaba Group.

Penghasilan dari operasional juga tercatat sebesar RMB 34,705 miliar (US$ 4,912 miliar), meningkat sebesar 42% YoY. EBITDA yang disesuaikan, pengukuran non-GAAP, meningkat sebesar 30% YoY menjadi RMB 51,039 miliar (USD 7,224 miliar). EBITA yang disesuaikan, pengukuran non-GAAP, meningkat 31% YoY menjadi RMB 45,372 milar (USD 6,422 milar).

Sementara itu, penghasilan bersih dari kepemilikan pemegang saham biasa sebesar RMB 47,591 miliar (US$ 6,736 miliar), dan laba bersih sebesar RMB 46,437 miliar (US$ 6,573 miliar). Penghasilan bersih non-GAAP sebesar RMB 39,474 miliar (USD 5,587 miliar), meningkat 28% YoY.

Laba terdilusi per ADS sebesar RMB 17,36 (US$ 2,46) dan laba non-GAAP yang dicairkan per ADS adalah RMB 14,82 (US$ 2,10), meningkat 18% YoY. Laba yang dicairkan per saham sebesar RMB 2,17 (USD 0,31 atau HKD 2,38) dan laba yang dicairkan per saham non-GAAP
sebesar RMB 1,85 (USD 0,26 atau HKD 2,03), meningkat 18% YoY.

Kas bersih dari kegiatan operasional sebesar RMB 50,099 miliar (US$ 7,091 miliar) dan non-GAAP free cash flow sebesar RMB 36,570 miliar (US$ 5,176 miliar).

“Kami memobilisasikan seluruh infrastruktur digital kami untuk mendukung pemulihan bisnis yang meliputi berbagai sektor, sembari memperluas dan mendiversifikasi basis konsumen kami, dengan memanfaatkan perubahan preferensi mereka dalam lingkungan pasca Covid-19," kata Zhang.

Zhang menuturkan, meski saat ini berada di masa yang tidak biasa, pihaknya akan tetap fokus pada tujuan jangka panjang, perwujudan misi, dan menciptakan nilai bagi konsumen dan pelanggan bisnis.

Sementara itu, anak perusahaan Alibaba Group yang bergerak di komputasi awan, Alibaba Cloud, membukukan pendapatan tumbuh 59% dari tahun sebelumnya menjadi RMB12.345 juta atau sekitar Rp 26 miliar (US$ 1.747 juta). Faktor utama didorong oleh peningkatan kontribusi pendapatan dari bisnis cloud publik dan hybrid cloud, dimana hal ini menggambarkan pendapatan rata-rata yang lebih tinggi dari setiap pelanggan.

"Pendapatan utama dari komputasi awan dihasilkan dari penyediaan layanan, seperti komputasi elastis, database, storage, layanan jaringan virtualisasi, komputasi skala besar, keamanan, manajemen dan layanan aplikasi, analitik big data, platform pembelajaran mesin, dan layanan IoT," papar Zhang.

Menurut IDC (Juli 2020), Alibaba Cloud adalah penyedia layanan cloud publik terbesar di Tiongkok, yang diukur dari pangsa pasar IaaS (Infrastructure as a Service) dan PaaS (Platform as a Service) untuk kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2020. Alibaba Cloud juga berencana untuk terus memperluas dan meningkatkan layanan PaaS miliknya, seperti analitik data dan manajemen database.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)