Astra Bukukan Laba Bersih Rp 17,8 Triliun

Salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia, PT Astra International selama selama 2011 membukukan pendapatan bersih Rp 162,6 triliun, naik 26% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 129 triliun. Kenaikan pendapatan yang signifikan itu mendorong kenaikan laba bersih 24% dari Rp 14,4 triliun menjadi Rp 17,8 triliun pada tahun 2011. Laba bersih per saham juga naik 24% menjadi Rp 4.393 per saham dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3.549 per saham.

ASTRA International, otomotif, Prijono Sugiarto“Grup Astra menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan di semua lini bisnisnya, sehingga Perseroan dapat melaporkan laba bersih dan nilai aset bersih perusahaan yang tertinggi sepanjang Astra berdiri. Grup Astra memiliki posisi keuangan yang kuat, menjadi pemimpin pasar di sektor bisnis yang digeluti dan terus memanfaatkan peluang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, tingkat pertumbuhan pendapatan di masa mendatang tetap rentan terhadap kebijakan dalam negeri dan kondisi moneter dunia,” ungkap Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk. Usaha Grup Astra fokus kepada enam bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif; Jasa Keuangan; Alat Berat dan Pertambangan; Agribisnis; Infrastruktur dan Logistik; serta Teknologi Informasi.

Prijono menjelaskan, divisi otomotif masih memberikan kontribusi terbesar, yakni Rp 8,3,  termasuk kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif sebesar Rp 4,8 triliun. Kontribusi laba bersih Perseroan dan anak perusahaan otomotif yang dikonsolidasi sebagian besar dihasilkan dari aktivitas penjualan dan bisnis komponen otomotif. Sementara itu, kontribusi laba bersih perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities terutama dihasilkan dari kegiatan produksi dan distribusi otomotif.

Total penjualan mobil nasional meningkat 17% menjadi 894.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 13% menjadi 483.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 54% dibandingkan 56% pada tahun lalu. Penurunan pangsa pasar ini disebabkan oleh berkurangnya supply akibat tsunami Jepang dan banjir di Thailand. Pertumbuhan penjualan mobil Grup Astra pada tahun 2011 didukung oleh peningkatan kapasitas produksi PT Astra Daihatsu Motor (yang 32% sahamnya dimiliki Perseroan) sebesar 40% menjadi 330.000 unit per tahun dan peluncuran 12 model baru. Sepanjang kuartal ke 4 tahun 2011 Astra meluncurkan New Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, mengganti 2 model terlaris generasi sebelumnya.

Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional naik 9% menjadi 8 juta unit dibandingkan periode yang sama di tahun 2010. Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) tumbuh 25% menjadi 4,3 juta unit dan berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 46% menjadi 53% dengan penjualan tertinggi di segmen motor skuter. Penjualan di tahun ini terutama didukung oleh peningkatan kapasitas produksi PT Astra Honda Motor (yang 50% sahamnya dimiliki oleh Perseroan) sebesar 23% menjadi 4,3 juta unit per tahun, disertai dengan peluncuran 6 model baru dan facelift 8 model yang sudah ada.

PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan di bidang manufaktur komponen yang 95,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 1 triliun, di mana 69%-nya merupakan kontribusi dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities. Laba bersih AOP turun sebesar 12% dari tahun sebelumnya, terutama dikarenakan adanya kenaikan biaya bahan baku yang tidak dapat dibebankan seluruhnya ke konsumen, dan juga meningkatnya biaya pemasaran dan branding untuk memperkuat merek GS-Astra dan Federal.

Kemudian, kontribusi laba bersih divisi jasa keuangan sebesar Rp 3,3 triliun. Ini didukung oleh meningkatnya piutang pembiayaan seiring dengan pertumbuhan industri keuangan, menurunnya tingkat bunga pinjaman luar negeri dan kualitas kredit konsumen yang stabil. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance, Astra Credit Companies and Toyota Astra Financial Services tumbuh sebesar 13% menjadi Rp 49,4 triliun, termasuk melalui joint financing without recourse.

Total pembiayaan alat berat Astra melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance meningkat sebesar 51% menjadi Rp 7,3 triliun. Bisnis pembiayaan alat berat tidak menggunakan fasilitas joint financing.  PT Asuransi Astra Buana (“AAB”), anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, PT Bank Permata Tbk, yang merupakan jointly controlled entities(44,5% sahamnya dimiliki Astra) mencatat laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun, meningkat sebesar 15%, didorong oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih sebesar 26%, dan fee based income sebesar 19%, dengan pertumbuhan pinjaman sebesar 31%.

Sementara itu, divisi alatan berat dan pertambangan berkontribusi Rp 3,6 triliun, divisi agribisnis Rp 1,9 triliun, divisi infrastruktur dan logistik Rp 602 miliar, serta divisi teknologi informasi Rp 108 miliar.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)