Asuransi Syariah Masih Diminati Masyarakat

Survei internal Prudential Indonesia menyebutkan bahwa nilai premi asuransi syariah masih berada di angka 6% dari total premi industri asuransi jiwa. Hal ini menunjukkan masih lemahnya penetrasi asuransi jiwa syariah di Indonesia. Sementara itu, nasabah Prudential Syariah masih berada pada kisaran 13% dari total pemegang polis asuransi di Indonesia.

Riset tersebut juga mengungkapkan bahwa potensi minat pasar terhadap asuransi syariah tergolong tinggi. Hal ini merujuk pada hasil survei, di mana 40% orang mengaku akan memilih asuransi berbasis syariah jika ditawari produk asuransi, sedangkan 30% memilih asuransi konvensional.

Nini Sumohandoyo, Direktur Corporate Marketing, Communications & Sharia, memaparkan, tahun ini menjadi momentum yang baik bagi bisnis asuransi syariah pasalnya Pemerintah telah memprioritaskan keuangan syariah dengan memasukannya ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. “Kebijakan yang diambil Pemerintah serta keterlibatan indonesia dalam World Islamic Economic Forum menunjukkan potensi Indonesia sangat besar sekali dan belum tergarap secara maksimal” ujar Nini yang ditemui di acara Iftar Prudential Indonesia 2017 (6/6/2017).

Nini melanjutkan, bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat bagi perusahaan untuk menawarkan polis asuransi syariah. Walaupun dia menilai tidak ada lonjakan yang cukup signifikan yang terjadi selama bulan Ramadhan jika merujuk pada data tahun-tahun sebelumnya. “Momennya tepat untuk melakukan penetrasi, namun jika melihat track record tahun lalu, penambahan jumlah polis ataupun nasabah cenderung stabil.”

Sepanjang tahun 2016, total polis aktif asuransi syariah prudential mencapai 510 ribu. Ini menjadikan asuransi syariah Prudential pemimpin pasar di kelasnya dengan menguasai 36% pangsa pasar.

Menurutnya, saat ini perusahaan tengah gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya proteksi jiwa dengan bekerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah dan lembaga pemberdayaan perempuan.”Edukasi dan sosialisasi sangat penting mengingat penetrasi industri asuransi di Indonesia masih sangat kecil, khususnya asuransi syariah” jelas Nini.

Sebagai tambahan, pada tahun ini, asuransi syariah Prudential berhasil mencetak total pendapatan premi sebesar Rp 2,2 triliun dan aset Rp 3,4 triliun. Dengan dana klaim tahun lalu mencapai Rp 361 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)