Bangun Pusat Pelatihan, INTA Siapkan Investasi Rp 5 Miliar

PT Intraco Penta Tbk (INTA), perusahaan distributor alat berat, berhasil meraih laba operasional sebesar Rp 232,5 miliar untuk kuartal III tahun 2013. Laba ini mengalami peningkatan 17,1 persen atau Rp 198,4 miliar dibandingkan periode sama di tahun lalu.

Untuk total aset INTA mengalami peningkatan dari Rp 4,163 triliun menjadi Rp 4,814 triliun. Sedangkan Ebitda juga tumbuh 15,3 persen dari Rp 270,4 miliar menjadi Rp 311,7 miliar. Namun, pendapatan usaha sendiri mengalami penurunan sebesar  lima persen dari Rp 2,07 triliun menjadi Rp 1,962 triliun.

Intraco Penta gedung

“Penurunan ini terjadi karena melemanya kurs rupiah terhadap dollar AS. Ini hanya dari segi pencatatan saja,” papar Imam Liyanto, Head of Investor Relation PT INTA dalam paparan publik di Kantor Pusat PT INTA Cakung.

Hingga Oktober 2013, INTA telah berhasil menjual 935 unit. Sektor terbesar untuk penjualan didominasi oleh pertambangan sebesar 38 persen dari keseluruhan total penjualan. Lalu, diikuti sektor lain seperti, agraris dan transportasi. PT INTA menargetkan 1000 unit penjualan di tahun ini. Ditargetkan 30-50 unit penjualan tiap bulannya.

Imam menambahkan bahwa permintaan untuk alat berat terus mengalami peningkatan ke depannya. “Untuk belanja modal kedepan kami menganggarkan sekitar U$ 5 juta –U$ 7 juta dolar. Ini dianggarkan untuk alat berat,” di berujar.

Selain itu, INTA juga berencana membangun Gedung Pusat Pelatihan setara dengan pendidikan D1 di Cakung. Modal awal untuk gedung ini dianggarkan sebesar Rp 5 miliar dan diperkirakan rampung pada akhir tahun. “Mulai awal tahun kami sudah mulai menggunakannya. Pembangunan ini ditujukan untuk mengasah anak-anak yang ingin menjadi tenaga ahli dalam mengoperasikan alat berat,” ungkap  Andi Hanif Mursid, General Manager Training Center INTA. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)