Bank Danamon Cetak Laba Rp 4,04 Triliun di 2013

Pada tahun 2013, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebanyak Rp 4,04 triliun. Ada kenaikan sedikit dari laba pada tahun 2012 yang tercatat sebesar Rp 4,01 triliun. Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan laba itu adalah pertumbuhan pada penyaluran kredit.

"Pertumbuhan laba banyak didorong oleh pertumbuhan kredit," ujar Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, di Jakarta, Rabu (12/2/2014).

bank danamon

Mengenai kredit, total penyaluran kredit Danamon pada tahun lalu mencapai Rp 135 triliun. Ada kenaikan 16 persen dari tahun 2012. Detailnya, Vera menyebutkan, kredit yang disalurkan untuk pembiayaan perdagangan naik 45 persen pada tahun lalu. Bank Danamon pun menyatakan banyak fokus ke kredit UKM. Hal itu ditandai dengan terus memperbanyak jumlah kantor cabang yang melayani nasabah UKM.

"Sejak tahun 2011, kami memang banyak fokus dan investasi di kredit UKM. Dalam kurun waktu tiga tahun, jumlah cabang yang melayani UKM, kami tambah dari sebelumnya 100 lokasi menjadi 200 lokasi," terang dia. Karena itu, selama tahun 2010-2013, rata-rata pertumbuhan kredit UKM tercatat sebesar 23 persen. Khusus di tahun lalu, kredit UKM tumbuh sebanyak 18 persen, menjadi Rp 21 triliun.

Rencananya, bank akan terus menggenjot layanannya kepada UKM. Vera menyebutkan, "Rencananya, tahun ini, kami akan terus ekspansi, akan tambah lagi 100 lokasi dengan sales officer keseluruhan akan tambah minimal 400 karyawan, khusus fokus di UKM." Sementara itu, kredit segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam, bank membukukan pertumbuhan kredit sebanyak 6 persen, menjadi sekitar Rp 20 triliun.

"Khusus untuk segmen komersial, yakni sedikit di atas UKM, tapi lebih kecil dari korporat, pada tahun lalu tumbuh 31 persen," sambung Vera. Penyaluran kredit untuk segmen komersial mencapai Rp 16,6 triliun pada tahun lalu. Dan kredit ke segmen korporasi tumbuh 49 persen menjadi Rp 18,8 triliun.

Sedangkan kredit kendaraan bermotor yang disalurkan melalui Adira Finance tumbuh 6 persen dari tahun 2012, atau menjadi Rp 48,3 triliun.

Selain karena pertumbuhan kredit, kenaikan laba juga didorong oleh kualitas aktiva yang membaik. Ini bisa terlihat dari rasio non-performing loans (NPL), yang berada di posisi 1,9 persen pada akhir tahun lalu, atau membaik dibandingkan 2,4 persen pada tahun 2012. "NPL kami turun ke 1,9 persen, tentu punya kontribusi kepada profitabilitas," ucap Vera.

Bank Danamon pun mencatatkan adanya pertumbuhan pendanaan, yang terdiri dari giro dan tabungan atau CASA, deposito, dan pendanaan jangka panjang, sebesar 21 persen menjadi Rp 140 triliun. CASA naik 23 persen menjadi Rp 53 triliun, di mana giro tumbuh 33 persen menjadi Rp 21,1 triliun dan tabungan naik 18 persen menjadi Rp 32 triliun. Sedangkan, deposito tumbuh 19 persen menjadi Rp 57,6 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)