Bank Danamon Raih Laba Rp522 Miliar di Kuartal I-2021

Jajaran Direksi PT Bank Danamon Indonesia Tbk saat sesi konferensi pers paparan kinerja kuartal I 2021.

PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. mencatatkan laba bersih setelah pajak (NPAT) kuartal I 2021 sebesar Rp522 miliar atau turun merosot 41,76 persen dari periode yang sama tahun lalu, Rp 1,25 triliun.

Pertumbuhan positif tercatat pada kredit Enterprise Banking yang tumbuh 11% dengan didukung kolaborasi yang berkesinambungan dengan MUFG. Rasio Giro dan Tabungan (CASA) meningkat 480 basis poin menjadi 54,7% dibanding tahun lalu. Penyaluran kredit kendaraan bermotor juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan didukung relakasasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Yasushi Itagaki, Direktur Utama Danamon menyampaikan meski belum sepenuhnya pulih ke keadaan sebelum pandemi Covid¬19, permintaan kredit tahun ini mulai menunjukkan tren yang positif, dengan dibarengi kualitas asset yang tetap terjaga. Danamon membangun fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang, salah satunya dengan terus meningkatkan layanan digital guna melayani kebutuhan nasabah dan menjalin kemitraan strategis dengan institusi-institusi terkemuka untuk menyediakan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah.

“Kinerja kuartal pertama tahun ini menunjukkan tanda-tanda positif seiring dengan perbaikan ekonomi nasional. Danamon membukukan pertumbuhan kredit yang kuat di segmen Enterprise Banking melalui kolaborasi dengan MUFG, pelaksanaan prosedur penilaian risiko yang pruden, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin menjadi faktor yang mendukung kestabilan kualitas aset.“ kata Itagaki.

Biaya kredit (cost of credit) terus menunjukkan tren membaik atau turun sebesar 51% menjadi Rp 1,2 triliun dibandingkan kuartal sebelumnya. Danamon juga melanjutkan pengelolaan biaya operasional yang disiplin, menghasilkan rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio) pada tingkat 51.6%. Laba bersih setelah pajak tercatat pada angka Rp522 miliar, meningkat dari kuartal sebelumnya.

Sementara portofolio kredit pada kuartal pertama tahun ini menunjukan perbaikan seiring dengan pemulihan ekonomi. Danamon membukukan pertumbuhan 11% untuk kredit pada segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan korporasi dan perbankan komersial, serta institusi keuangan. Hal ini didukung oleh kolaborasi dengan MUFG Group.

Di kuartal pertama tahun 2021, giro dan tabungan (CASA) Danamon mencatatkan pertumbuhan 12% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 67 triliun. Rasio CASA meningkat 480 basis poin dari tahun sebelumnya menjadi 54,7% yang didukung dengan pertumbuhan pendanaan granular. Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah serta terus membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan kedepannya.

Rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada posisi 86.6%, LDR di 85.3%, dan LCR di 195.7% yang menunjukkan tingkat likuiditas Bank yang tinggi.

Rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) tetap menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya. KPMM konsolidasian berada pada posisi 25.7%, sementara KPMM bank only tercatat sebesar 26.2%.

Prosedur penilaian risiko, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin menunjukkan hasil positif. Danamon mencatatkan rasio kredit bermasalah atau NPL pada posisi 3,3% di kuartal pertama 2021, membaik 10 basis poin dibanding tahun sebelumnya dan didukung dengan NPL coverage ratio yang tinggi sebesar 171%. Rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) berada di posisi 3.6% pada akhir kuartal pertama 2021.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)