Bank OCBC NISP Bukukan Laba Bersih Rp1,6 Triliun

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP

Pandemi COVID-19 telah mengubah cara hidup masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Mobilitas pelaku ekonomi masih terbatas sejalan dengan penerapan protokol kesehatan. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II 2020 yang diperkirakan mengalami kontraksi.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP mengatakan untuk menghadapi pandemi, pihaknya memperkuat posisi keuangan bank, menjaga kecukupan modal, ketersediaan pembiayaan dan likuiditas dengan tidak melupakan pentingnya kesehatan dan keselamatan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan strategi yang difokuskan pada peningkatan CASA, produktivitas, efisiensi dan konsistensi menjaga kualitas kredit, Bank OCBC NISP terus melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan pada kuartal II 2020. Pada semester 1 2020 ini, Bank OCBC NISP mencatat laba bersih sebesar Rp1,6 triliun naik dari Rp1,5 triliun pada semester 1 2019.

Laba sebelum pajak bertumbuh sebesar 3% YoY menjadi Rp2,1 triliun. Upaya peningkatan pendapatan non bunga tercermin dari pertumbuhan pendapatan operasional lainnya menjadi sebesar Rp1,2 triliun pada semester 1 2020, naik sebesar 24% dari Rp1 triliun pada semester 1 2019. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan transaksi valuta asing dan surat berharga.

Peningkatan pendapatan operasional lainnya ini sejalan dengan konsistensi perusahaan dalam mendorong nasabah memanfaatkan solusi perbankan digital. Secara keseluruhan nilai transaksi di e-channel meningkat 69% YoY hingga Juni 2020. Total pengguna internet banking dan ONe Mobile – mobile banking dari Bank OCBC NISP – masing-masing meningkat lebih dari 45% YoY.

"Nilai transaksi di ONe Mobile meningkat 2 kali lipat, sementara frekuensinya bertumbuh sebesar 69%,” ujar Parwati.

Dengan beragam perubahan dan penyesuaian operasional bisnis, perseroan tetap menjalankan fungsi intermediasi. Pada akhir Juni 2020, menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp135,3 triliun atau tumbuh sebesar 4% dari Rp130,4 triliun pada akhir Juni 2019. Per Juni 2020, dana CASA tumbuh 21% YoY sehingga mencatatkan rasio CASA sebesar 43,8% dari total dana pihak ketiga.

Peningkatan CASA didorong oleh tren penurunan konsumsi masyarakat dan kesadaran masyarakat untuk menabung. Hal ini juga didukung kemudahan yang ditawarkan untuk membuka rekening secara online melalui ONe Mobile. Lebih jauh, untuk mendorong habit ini, diluncurkan gerakan #SAVE20 by Nyala untuk mengajak generasi muda Indonesia memulai new habit di era next normal dengan konsisten menabung dan berinvestasi setiap hari dengan jumlah yang terjangkau mulai dari Rp20 ribu.

Pada akhir Juni 2020 ini, perseroan menyalurkan kredit sebesar Rp117,6 triliun. Fungsi intermediasi dijalankan dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian. Di tengah kontraksi ekonomi nasional, Bank OCBC NISP mempertahankan rasio NPL (non-performing loan) net sebesar 0,9% dan bruto sebesar 1,8%. Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena pandemi COVID-19, turut mempengaruhi permintaan kredit.

Penurunan permintaan kredit sejalan dengan perlambatan penyaluran kredit di industri perbankan, termasuk di Bank OCBC NISP. Walaupun demikian, bank ini tetap menjalankan fungsi intermediasinya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mempertahankan likuiditas yang kuat dengan LDR sebesar 86,6% dan LFR 84,1%.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
OCBC NISP

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)