Dongkrak Segmen Kredit, Bank Permata Tidak Bagi Dividen

Tahun ini, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  Bank Permata tidak membagikan dividen tahun buku 2012 kepada pemegang saham. “Saldo laba kami baru positif dalam dua tahun terakhir, jadi kami nilai tanggung jika kami bagi dividen sekarang. Ternyata pemegang saham setuju ketika kami mengusulkan tidak perlu membagi dividen.”, ujar Wakil Direktur Utama PT Bank Permata Tbk,  Herwidayatmo.

Dijelaskannya, sebanyak Rp 1,03 triliun (75,63%) dari laba bersih Bank Permata tahun lalu akan dipakai untuk mendongkrak segmen kredit dari bisnis Bank Permata. Sementara itu, sisa dari laba bersih senilai Rp 333,4 miliar (24,37%) akan dipakai untuk dana cadangan guna memenuhi pasal 70 UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sekaligus untuk memperkuat struktur permodalan perseroan tahun ini.

Direktur Utama PT Bank Permata Tbk, David Martin Fletcher, menjelaskan bahwa sisa laba bersih yang ditahan itu penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis Bank Permata. Sementara itu, posisi rasio kecukupan modal (CAR) Bank Permata sudah di atas ketentuan Bank Indonesia, yaitu sebesar 15,1%. “Secara keseluruhan, modal inti perseroan sudah mencapai Rp10 triliun atau masuk di buku ketiga," tambah Herwidayatmo.

Menurutnya, Bank Permata masih memerlukan penguatan modal, sebab saldo negatif baru hilang di tahun 2011, setelah terus negatif selama 8 tahun.

Selama 2012, Bank Permata mencatat perolehan laba bersih Rp 1,37 triliun, atau naik 18 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba didukung peningkatan aset sebesar 30 persen dalam setahun menjadi Rp131,8 triliun. Kredit naik 37 persen mencapai Rp 93,7 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 27 persen menjadi Rp104,9 triliun.

Direktur Retail PT Bank Permata Tbk, Lauren Sulistiawati, menjelaskan, Bank Permata akan memulai investasi teknologi untuk peremajaan dan perluasan distribusi untuk pertumbuhan kredit. Selain itu, menurut Lauren, Bank Permata berencana membukan 20 kantor cabang baru jika sudah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia. "Menjaga CAR sangat penting supaya kami tetap bisa menumbuhkan kredit, menambah jumlah cabang, juga memperbaiki infrastruktur teknologi informasi.”, ujar Lauren. Ia menuturkan, Bank Permata mengucurkan dana sebesar US$ 10 juta sampai US$ 15 juta untuk investasi teknologi. Sementara itu, penambahan 20 cabang Bank Permata kemungkinan baru berjalan di semester II tahun 2013. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)