Bank Sahabat Sampoerna Cetak Laba Bersih Rp 2,4 Miliar

Didukung oleh kuatnya pertumbuhan kredit yang berkelanjutan dan fokus bisnis utama di bidang usaha mikro,kecil dan menengah(UMKM), serta menjaga asas prudential banking, PT Bank Sahabat Sampoerna mengumumkan pencapaian laba setelah pajak (unaudited) semester I tahun 2022 sebesar Rp 2,4 miliar, meningkat 33,3% dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp 1,8 miliar.

"Pertumbuhan laba yang berhasil kami capai ini menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup menjanjikan serta pencapaian yang cukup baik di tengah terpaan krisis keuangan yang menimpa perekonomian dunia dan berimbas ke Indonesia, "ujar Indra W. Supriadi,  Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna.

Dijelaskannya, sepanjang semester I 2012, Bank Sahabat Sampoerna berhasil menjaga tingkat profitabilitasnya dengann membukukan pendapatan bunga bersih (net  interest income) sebesar Rp 23,9 miliar, naik sebesar 15,4% dibanding periode yg sama tahun lalu sebesar Rp 20,7 miliar. Dengan pencapaian itu, maka return on asset (ROA) menjadi 0,6%  dan return on equity (ROE) yang menggambarkan tingkat pengembalian modal investor mencapai 1,8%.

Pencapaian pendapatan bunga bersih juga didorong oleh meningkatnya pemberian kredit sebesar 26,2% dari Rp 643,4 miliar pada Desember 2012 menjadi Rp 811,8 miliar di semester pertama 2012. Ini menunjukkan bahwa Bank Sahabat Sampoerna telah berkomitmen menjalankan fungsi intermediasi. Dengan pertumbuhan kredit tersebut, loan to deposit ratio (LDR) menjadi 77,6%.

Dari total portofolio pinjaman yang disalurkan,lebih dari 84,9% merupakan kontribusi dari sektor UMKM, yang merupakan segmen utama bisnis perusahaan. Sedangkan kredit macet Bank Sahabat Sampoerna turun dari 4,7% pada semester pertama 2011 menjadi 2,4% di semester pertama 2012.

Sementara dari sisi total aset, Bank Sahabat sampoerna juga menunjukkan pertumbuhan yang baik mencapai 21,6% menjadi Rp 1,311 triliun dibanding periode Desember 2011 sebesar Rp 1,078 triliun.

Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Sahabat Sampoerna mencapai 32,6% pada Semester I 2012, Net Interest Margin (NIM) turun menjadi 4,3% dari 5%. "Penurunan NIM ini lebih dikarenakan masih tingginya cost of fund yang disebabkan pada fase awal ini kami masih fokus dalam menjaga likuiditas pasca akuisisi, sementara tingkat bunga kredit mengalami penurunan, yang memberikan tekanan terhadap NIM. Kami akan terus mengkaji berbagai alternatif yang dapat menopang dan mendukung pertumbuhan perusahaan ke depannya," papar Indra.

Sampai dengan Juni 2012, operasional Bank Sahabat Sampoerna baru memiliki 3 kantor cabang dan 5 kantor cabang pembantu di Jakarta, Medan, dan Pekanbaru. Oleh karena itu, di tahun ini perseroan ingin membuka dua kantor cabang lagi di Surabaya dan Palembang, serta satu cabang lagi di Jakarta yang ditujukan untuk unit syariah.

“Ke depan, kami akan melengkapi produk dan layanan, yaitu ATM, safe deposit box, inernet banking untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan transaksi nasabah,” jelas Indra seraya mengatakan pihaknya kini sedang fokus melakukan pembenahan internal. (EVA)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)