BCA Cetak Laba Bersih Rp 2,3 Triliun

Hingga kuartal I tahun 2012, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mencetak laba bersih Rp 2,3 triliun atau naik 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 2 triliun. Kenikan laba bersih itu diitopang oleh peningkatan portofolio kredit dan pertumbuhan berkelanjutan atas aktivitas transaksi.

"Kami dapat memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang muncul di tengah perekonomian Indonesia yang kondusif. Melalui sistem dan layanan perbankan yang andal dan aman serta beragam layanan produk keuangan, BCA berada di lini depan dalam mendukung kebutuhan keuangan dan pertumbuhan setiap nasabah kami," ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (26/4).

Portofolio kredit secara keseluruhan tumbuh sebesar 39,2% YoY (year on year) menjadi Rp 209,2 triliun pada akhir Maret 2012. Kredit korporasi tumbuh 43,4% YoY menjadi Rp 74,8 triliun, terutama didukung oleh kuatnya permintaan kredit di sektor jasa keuangan, rokok & tembakau dan minyak nabati & hewani.

Kredit komersial dan UKM meningkat 36,3% YoY menjadi Rp 81,1 triliun. Kredit konsumer mencatat pertumbuhan sebesar 37,8% YoY menjadi Rp 53,3 triliun sejalan dengan ekspansi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). KPR tumbuh 56,7% YoY menjadi Rp 30,6 triliun, sedangkan KKB meningkat 24,8% YoY menjadi Rp 17,9 triliun.

"Sejak BCA meluncurkan program KPR fix rate 55 bulan dengan bunga 8%, akibatnya KPR kami melonjak 56,7%," kata Jahja.

Sejalan dengan pertumbuhan yang kuat dalam penyaluran kredit, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) meningkat menjadi 61,6% pada akhir Maret 2012 dibandingkan dengan 54,4% pada akhir Maret 2011. BCA mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) pada level yang rendah sebesar 0,6% pada akhir Maret 2012 dengan rasio cadangan tercatat sebesar 308,2% terhadap total NPL.

Dana pihak ketiga tumbuh 21,5% YoY menjadi Rp335,2 triliuan pada akhir Maret 2012, didukung oleh beragam produk dan layanan serta kenyamanan bertransaksi melalui penydediaan jaringan distribusi yang aman. Saldo giro meningkat 22% YoY menjadi Rp80,1 triliun dan saldo tabungan tumbuh 21,8% YoY menjadi Rp177,4 triliun. Sementara itu saldo deposito naik 20,4% YoY menjadi Rp77,7 triliun.

BCA mempertahankan konposisi dana pihak ketiga yang solid dengan rekening transaksional (tabungan dan giro) berkontribusi sebesar 76,8% terhadap total DPK. Total secondary reserves tercatat Rp78,9 triliun pada Maret 2012.

Sementara itu, Pendapatan bunga bersih tumbuh 16,1% YoY menjadi Rp 4,5 triliun. Untuk pendapatan operasional lainnya, meningkat 11,7% YoY menjadi Rp 1,8 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 15,4% di atas persyaratan minimum yang ditentukan oleh Bank Indonesia sebesar 8%. (Lila Intana/EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)