BNI Syariah Bogor Targetkan Penyaluran Pembiayaan Tumbuh di Atas 30%

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan, BNI Syariah cabang Bogor melakukan relokasi kantornya ke Jl. Pajajaran No. 63 Bogor. Sejatinya, BNI Syariah hadir di kota Bogor sejak 2005, dan kini dengan lokasi kantor baru yang lebih strategis, lahan parkir lebih luas dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah. sehingga diharapkan dapat meningkatkan growth pembiayaan sebesar 31% dan DPK sebesar 26% di tahun ini.

BNI SyariahBogor

Dominasi pembiayaannya ke griya yaitu pembiayaan rumah dan griya konstruksi sebesar 60% dari target pembiayaan, sedangkan dana fokus ke tabungan (dana murah), sebesar 70% dari total target dana. Per Desember 2014, BNI Syariah Bogor telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 326 miliar dengan total dana pihak ketiga sebesar Rp 322 miliar.

Presiden Direktur BNI Syariah, Dinno Indiano, menyampaikan komitmen BNI Syariah untuk memberikan layanan dan produk yang terbaik, berHasanah. “Dengan lokasi kantor baru yang lebih strategis, lebih besar dan lebih nyaman, memberikan tambahan semangat baru bagi kami untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Bogor dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor.” tutur Dinno.

Menurutnya, masyarakat harus yakin bahwa produk dan jasa BNI Syariah tidak kalah dengan perbankan konvensional. Kartu debit BNI Syariah memiliki fitur lengkap dan dapat diakses di jaringan ATM yang luas (ATM BNI, ATM Bersama, ATM Prima) bahkan ATM berlogo Maestro dan Cirrus di jaringan internasional. BNI Syariah juga memiliki kartu pembiayaan/kredit Hasanah Card yang dapat digunakan di seluruh merchant berlogo Mastercard di seluruh dunia, dan kartu haji dan umroh untuk memudahkan jamaah haji/umroh untuk penarikan tunai dan transaksi lainnya selama berada di Tanah Suci.

Pada kesempatan yang sama, Dinno menyampaikan pencapaian bisnis BNI Syariah sepanjang 2014. “Alhamdulillah, hingga Desember 2014, beberapa indikator berjalan sesuai rencana, profitabilitas tercapai sebesar Rp 163,3 miliar atau naik sebesar 38,98% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 117,5 miliar”, tutur Dinno.

Kendati Indonesia sedang dilanda hiruk pikuk Pemilu, kinerja BNI Syariah per Desember 2014 berjalan baik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aset sebesar 32,52% dari tahun sebelumnya dengan posisi total aset per Desember 2014 sebesar Rp 19,5 triliun. Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 33,79% dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 42,24% dari tahun sebelumnya.

Dari total pembiayaan sebesar Rp 15,0 triliun sebagian besar merupakan pembiayaan konsumtif 52,60%, disusul oleh pembiayaan produktif UKM 21,61%, pembiayaan komersial 16,15%, pembiayaan mikro 6,96%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,68%. Peningkatan pembiayaan tersebut masih tetap memperhatikan perbaikan kualitas pembiayaan dimana NPF sebesar 1,86% sama dengan tahun sebelumnya.

Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 41,42% dari tahun sebelumnya atau tumbuh sejumlah Rp 4,76 T menjadi senilai Rp 16,2 T dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 45,38%.

Pada awal 2014, manajemen BNI Syariah mencanangkan kampanye Hasanah Titik! Melalui gerakan ini BNI Syariah ingin mengajak anak-anak bangsa yang dimulai dari insan BNI Syariah, nasabah dan relasi BNI Syariah untuk berHasanah (berbuat baik) secara lebih nyata di berbagai bidang kehidupan. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat Indonesia berbuat kebaikan demi kemakmuran seluruh rakyat.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)