BRI Bagikan Dividen 30% dari Laba Bersih

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memutuskan besaran dividen yang dibagikan sebanyak 30 persen dari laba bersih. Persentase tersebut mengalami kenaikan dari tahun lalu.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2013 memutuskan besaran dividen yang dibagikan sebanyak 30 persen dari laba bersih.

“Kami perkirakan (tadinya) sekitar 20%, tetapi memang ada kebijakan yang lain dari Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), tentunya terkait kebutuhan pemerintah. Oleh karena itu, kami sepakat karena posisi kami juga sangat memungkinkan untuk 30 persen, jadi tadi kami sangat sepakat. Karena itu adalah memang sudah diputuskan, yang pada prinsipnya kami akan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Sofyan Basir, Direktur Utama BRI, di Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Hari ini, BRI menyelenggarakan RUPST dengan dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 86,247% dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan. Para pemegang saham pun menyetujui usulan besaran dividen yang dibagikan (dividend pay-out ratio) sebesar 30%. Naik 10 persen dari persentase yang ditetapkan tahun lalu.

Dengan penetapan persentase tersebut maka dari laba bersih BRI Tahun Buku 2012, yaitu Rp 18.520.949.753.828,10 sebesar 30 persennya, atau Rp 5.556.284.926.148 dibagikan sebagai dividen.

Sofyan beralasan, penetapan rasio sebesar 30 persen tersebut mempertimbangkan kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN. “Jadi, kebutuhan sebenarnya kebutuhan dari pemerintah. Mungkin ada BUMN yang lain yang belum bisa menghasilkan, belum maksimum. Kan kita tahu bersama dari sektor pertambangan, pertanian, (seperti) CPO turun, batu bara turun. Mungkin bisnis-bisnis di mining, agro mengalami penurunan. (Sementara) di sektor keuangan mengalami kenaikan. Dulu mungkin mereka cross subsidi, ya sekarang balik lagi. Ini pendapat kami, ya mudah-mudahan pendapatnya sama dengan Kementerian BUMN. Karena biar bagaimana setiap kebijakan itu sudah diperhitungkan secara matang,” terang dia.

Selain itu, RUPST BRI juga menetapkan penggunaan laba bersih Tahun Buku 2012 untuk Cadangan Tujuan guna mendukung investasi sebesar 14%, atau sebesar Rp 2.592.932.965.535. Sehingga sisa laba bersih sebesar 56%, atau sebanyak Rp 10.371.862.145,10, akan menambah laba ditahan BRI.

Perlu diketahui pula bahwa nilai pembagian dividen yang dibagikan dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Tahun 2010, nilai dividen Rp 93,01 per lembar saham, kemudian meningkat sebesar 31,5% menjadi Rp 112,28 per lembar saham di tahun 2011. Pada tahun ini, nilai tersebut meningkat lagi sebesar 84,2% menjadi Rp 225,232 per lembar saham. Kenaikan ini merupakan komitmen BRI kepada pemegang saham untuk memberikan imbal hasil yang menguntungkan.

Selain itu, RUPST juga telah menyetujui Laporan Tahunan 2012 dan mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2012, mengesahkan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Tahun Buku 2012, serta menyetujui pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-12/MBU/2012 tanggal 24 Agustus 2012 tentang Organ Pendukung Dewan Komisaris/Dewan Pengawas BUMN. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)