Cara BCA Cetak Laba Bersih Rp 11,7 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 11,7 triliun pada tahun 2012. Laba tersebut berhasil tumbuh 8,3 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut disokong, salah satunya, oleh ekspansi kredit. "BCA kembali mencatat pencapaian kinerja tahunan yang memuaskan," terang Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Konferensi pers PT Bank Central Asia Tbk terkait kinerja keuangan 2012, di Jakarta, Rabu (27/3/2013).

BCA memperlihatkan bahwa portofolio kredit tumbuh Rp 54,5 triliun, atau 27 persen, menjadi Rp 256,8 triliun. Pertumbuhan tersebut melebihi rata-rata pertumbuhan sektor perbankan sebesar 22,6 persen.

Bila melihat detailnya, kredit konsumer mencapai Rp 68,9 triliun, atau naik 37,1 persen dari tahun 2011. Kredit ini ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang mencapai Rp 41,8 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp 20,7 triliun. KPR mencetak pertumbuhan lebih tinggi, yakni 49,1 persen, ketimbang KKB dengan 17,8 persen.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM juga melesat dengan kenaikan sebanyak 28,4 persen, atau mencapai Rp 103 triliun pada tahun 2012. Kredit korporasi pun tumbuh sebesar 18,1 persen, atau menjadi Rp 84,8 triliun.

Sekalipun kredit mengalir cukup deras, BCA tetap berusaha menyalurkannya secara hati-hati. Hasilnya bisa dilihat dari rasio kredit bermasalah (NPL) pada level yang rendah 0,4 persen, dengan rasio cadangan yang memadai sebesar 408,5 persen di akhir 2012.

Di samping itu, dana pihak ketiga BCA juga naik. Ini ditandai dengan kenaikan dana giro dan tabungan yang tumbuh menjadi Rp 96,5 triliun dan Rp 200,8 triliun. Sedangkan dana deposito stabil di angka Rp 73 triliun. Secara keseluruhan, dana pihak ketiga naik menjadi Rp 370,3 triliun.

"Pada tahun 2012, BCA mencatat pertumbuhan yang kuat dalam portofolio kredit dan dana rekening transaksi (giro dan tabungan)," tambah Jahja.

Kinerja yang bagus pada kredit dan dana rekening transaksi membuahkan peningkatan pada pendapatan juga laba. BCA berhasil mencetak pendapatan bunga bersih sebesar Rp 21,2 triliun, dan pendapatan operasional lainnya mencapai Rp 6,4 triliun. Dengan begitu, laba bersih pun naik 8,3 persen, atau mencapai Rp 11,7 triliun.

"BCA berhasil memperkokoh keunggulan perbankan transaksi sebagai bisnis inti melalui penyediaan cakupan jaringan layanan yang luas, biaya dana yang rendah, dan mengembangkan inisiatif-inisiatif bisnis lainnya yang saling melengkapi guna senantiasa meningkatkan kualitas layanan dalam memberikan kenyamanan bagi nasabah," tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)