CIMB Niaga Syariah Raih Pertumbuhan Laba Bersih 165,51%

Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp305,43 miliar per 31 Desember 2016 atau naik 165,51% dari Rp115,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pembiayaan CIMB Niaga Syariah tercatat sebesar 40,2% menjadi Rp10,21 triliun per 31 Desember 2016 dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp7,28 triliun. Pertumbuhan pembiayaan ini terjadi pada seluruh segmen bisnis.

(kiri-kanan) Head of Marketing, Brand & Communications Slamet Sudijono, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara Head of Syariah Sales and Distribution CIMB Niaga Diah Rahma Paramaiswari, Head of Syariah Business Banking CIMB Niaga Rusdi Dahardin.

Sejalan dengan pembiayaan, DPK CIMB Niaga Syariah juga bertumbuh sebesar 40,2% menjadi Rp10,63 triliun per 31 Desember 2016 dari periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp7,58 triliun. Produk Tabungan Haji, yang terdiri dari Tabungan Rencana Haji dan Tabungan Pahala Haji, serta Tabungan iB Mapan Wakaf turut menjadi pendorong pencapaian pendanaan di CIMB Niaga Syariah.

“Sejak tahun 2014, kami dipercaya Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama sebagai salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH) untuk Haji Reguler dan Haji Khusus. Amanah ini turut mendorong peningkatan DPK kami melalui produk tabungan haji tersebut,” ujar Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara di Graha CIMB, Jakarta, (13/3).

Adapun dari sisi aset, CIMB Niaga Syariah mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 40,34% menjadi Rp12,78 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,11 triliun. Kenaikan ini turut meningkatkan pangsa aset CIMB Niaga Syariah terhadap total bank umum konvensional yang memiliki unit usaha syariah (UUS), yaitu mencapai 5,45% per 31 Desember 2016 dibandingkan posisi yang sama tahun 2015 sebesar 3,90%.

“Pertumbuhan aset didorong oleh pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang sepanjang tahun 2016 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pencapaian ini didukung dengan berbagai produk dan layanan perbankan syariah yang semakin komprehensif untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” tambah Pandji.

Dari sisi rasio keuangan, CIMB Niaga Syariah pun mencatatkan hasil yang positif dengan penurunan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) menjadi 1,15% per 31 Desember 2016 dari 1,86% pada posisi yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang diterapkan perseroan sambil terus meningkatkan portofolio pembiayaan.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, CIMB Niaga Syariah berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp305,43 miliar per 31 Desember 2016 atau naik 165,51% dari Rp115,03 miliar per 31 Desember 2015.

Selain mendorong pembiayaan melalui berbagai produk consumer banking, CIMB Niaga Syariah juga terus berupaya memacu pembiayaan di segmen business banking, yang terdiri dari corporate banking, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta commercial banking. Share book business banking syariah tahun ini ditargetkan sebesar 10%  terhadap total kredit CIMB Niaga.

Target pangsa pembiayaan business banking tahun ini, lanjut Pandji, diyakini dapat tercapai dengan mulai beragamnya produk yang ditawarkan CIMB Niaga Syariah pada segmen ini. Perseroan telah melengkapi pilihan akad pembiayaan, yaitu prinsip bagi hasil yang terdiri dari Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), Musyarakah, serta Mudharabah. Adapun sebelumnya, akad pembiayaan CIMB Niaga Syariah hanya berdasarkan prinsip jual-beli (Murabahah) dan sewa menyewa (Ijarah Muntahiyah Bittamlik/IMBT).

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)