CIMB Niaga Targetkan Pertumbuhan Kredit 18% Hingga Akhir 2012

PT Bank CIMB Niaga Tbk. menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 18% hingga akhir 2012. Sebelumnya, sejak awal 2012 hingga Juni 2012, pertumbuhan kredit bank terbesar ke-lima di Indonesia ini juga sebesar 18%, dengan jumlah kredit yang berhasil disalurkan sebesar Rp 137,46 triliun, naik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 116,61 triliun.

“Untuk saat ini, hingga Juni 2012, pertumbuhan kredit kami 18%. Kami proyeksikan pertumbuhan yang sama, yaitu 18%, hingga akhir tahun,” ungkap Daniel James Rompas, Vice President Director and Risk Management Director CIMB Niaga di Graha Sudirman, Selasa (25/9).

Wan Razly Abdullah, Strategy and Finance Director CIMB Niaga, mengatakan, pertumbuhan kredit terbesar hingga Juni 2012 terjadi pada segmen kredit komersial, yaitu sebesar 24%. Hal ini dikonfirmasi oleh Handoyo Soebali, Commercial Banking and Syariah Director CIMB Niaga. “Kalau secara historis, kredit komersial memang tumbuh paling pesat, yaitu 24%. Sehingga di Juni 2012 ini, kredit komersial mengambl porsi sekitar 37% dari total portofolio pinjaman di CIMB Niaga,” ungkap Handoyo.

Namun, lanjut Handoyo, bukan berarti pertumbuhan kredit CIMB Niaga akan semata-mata terkonsentrasi di segmen komersial. “Pada dasarnya kita tetap ingin menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit consumer, commercial, dan corporate,” kata Handoyo. Dijelaskan James Rompas, hingga Juni 2012, komposisi segmentasi kredit CIMB Niaga yaitu kredit consumer berkontribusi 29% terhadap total portofolio kredit, kredit commercial sebesar 37%, dan kredit corporate sebesar 31%.

Senada dengan Handoyo, James mengatakan bahwa dari sisi manajemen risiko, pihaknya ingin komposisi itu dipertahankan.  “Kita ingin komposisi kredit kita merata karena ini sesuai dengan visi yang ada yaitu ingin menjadi universal banking. Artinya kita memberikan seluruh layanan untuk seluruh segmen,” terang James.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), hingga Juni 2012, CIMB Niaga telah mengumpulkan total DPK sebesar Rp 137,59 triliun, naik 11% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 123,46 triliun. Wan Razly mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 18% hingga akhir tahun. “Untuk DPK akan tumbuh hingga 18%-20% hingga akhir tahun, sesuai dengan pertumbuhan kredit,” ungkan Wan Razly.

Hingga akhir semester pertama 2012 ini, CIMB Niaga mencatat laba berih (unaudited) sebesar Rp 1,98 triliun, meningkat 28% dari periode yang sama pada 2011 sebesar Rp 1,55 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp 78,93 yang lebih besar dari angka tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 61,94. Total aset pun naik 17% dari Rp 152,71 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 179,42 triliun. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)