Demand Tower Tinggi, TBIG Optimistis Bisnisnya Menjulang Tahun 2014

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. ("TBIG") hari ini memaparkan perkembangan terkini kepada publik dalam rangka IDX Investor Summit di Surabaya, 30 Oktober 2013. Manajemen TBIG membicarakan kinerja  operasional dan keuangan serta membahas rencana bisnis untuk tahun 2014 mendatang.

TBIG berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp1,271 triiun dan Rp1,041 triliun untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013. Pendapatan meningkat 96% dan EBITDA meningkat 102% jika dibandingkan dengan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012.

TBIG

Jika triwulan kedua ini disetahunkan (second quarter 2013 results on an annualized basis), maka total pendapatan TBIG mencapai Rp 2,615 triliun, atau terjadi peningkatan 52% dibandingkan pencapaian periode penuh tahun 2012. EBITDA disetahunkan berdasarkan triwulan kedua mencapai Rp 2,136 triliun atau terjadi peningkatan 53% dibandingkan pencapaian periode penuh tahun 2012.

Per 30 Juni 2013, total pinjaman (debt) TBIG sebesar Rp10,840 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp7,852 miliar. Sedangkan dengan saldo kas yang mencapai Rp1,536 trliun, total pinjaman bersih menjadi Rp9,304 triliun dan total pinjaman  bersih menjadi Rp 6,316 triliun.

Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt)  terhadap EBITDA triwulan kedua yang disetahunkan adalah 2,96x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan kedua yang disetahunkan adalah 4,35x, dimana rasio-rasio tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman Perseroan.

Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, menjelaskan, prospek pertumbuhan TBIG ke depan positif, tercermin dari tetap tingginya permintaan ruang (space) pada tower sejalan dengan peningkatan penyebaran Base Transceiver Stations (BTS) milik operator telekomunikasi guna memenuhi lonjakan permintaan data mobile. “Kami berkomitmen pada pelanggan untuk memastikan ketepatan waktu dalam penyelesaian pembangunan menara dan kolokasi,” ujar Hardi.

TBIG adalah perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan BTS oleh para operator telekomunikasi di Indonesia. Hingga 30 Juni 2013, TBIG memiliki dan mengoperasikan 9.308 sites dengan 15.293 penyewaan. Emiten ini sahamnya tercatat di BEI dan dimiliki oleh Saratoga Capital dan Provident Capital.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)