Di Balik Keberhasilan Multipolar Raih Kenaikan Laba Bersih 85,4%

PT Multipolar Technology Tbk (Multipolar/MLPT) menutup tahun 2013 dengan kinerja yang mengesankan. Perusahaan teknologi informasi itu berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 1,51 triliun atau naik sebesar 12,5% dari Rp 1,34 triliun pada tahun 2012. Perseroan juga membukukan kenaikan laba bersih konsolidasi yang signifikan sebesar Rp 24,3 miliar atau naik 85,4% dari Rp 28,5 miliar pada tahun 2012 menjadi Rp 52,8 miliar pada tahun 2013, yang didukung oleh konsolidasi anak perusahaan perseroan.

Laba kotor konsolidasi perseroan meningkat 23,0% dari Rp 139,5 miliar menjadi Rp 171,6 miliar. Laba yang diatribusikan pada entitas induk meningkat menjadi Rp 56,7 miliar di tahun 2013 atau naik 87,4% dari Rp 30,2 miliar di tahun 2012. Sementara itu laba per saham turun dari Rp 38/saham menjadi Rp 34/saham dikarenakan meningkatnya jumlah lembar saham sebanyak 375 juta lembar saham pada bulan Juli 2013 dalam rangka IPO Multipolar.

Harijono Suwarno, Presiden Direktur Multipolar, Harijono Suwarno, Presiden Direktur Multipolar,

Harijono Suwarno, Presiden Direktur Multipolar, menjelaskan,“Meskipun terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika pada Semester II 2013 yang menyebabkan berkurangnya belanja TI di Indonesia, namun perseroan tetap menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pencapaian ini diperoleh antara lain dari kontribusi penjualan solusi dan jasa yang terus bertumbuh seiring meningkatnya permintaan pelanggan akan solusi teknologi informasi diluar perangkat keras.”

Berdasarkan hasil survei IDC, investasi TI kini sudah mulai melibatkan business user seperti CEO, CFO dan CMO guna peningkatan operasional bisnis melalui pemanfaatan TI. Tren belanja TI saat ini mulai melebar dari IT user ke business user. Dan Multipolar sudah di jalur yang tepat dengan menawarkan solusi-solusi yang mampu membantu kalangan business user dalam menjalankan operasional bisnisnya lebih efektif dan efisien lagi.

Multipolar akan terus melakukan riset dan pengembangan solusi-solusi yang sekiranya bakal menjadi tren di pasar, antara lain solusi business intelligence VisionAnalytics, solusi customer relationship management (CRM) VisionCRM, Business Process Management (BPM), IT Security, Server Consolidation dan solusi excel reporting GL Wand yang diminati di level business user seperti CEO, CFO bahkan CMO”, tambahnya. MLPT melalui anak usahanya, Visionet Internasional (VisioNet), juga tengah bertransformasi dari penyedia layanan IT Outsourcing menjadi penyedia layanan Business Process Outsourcing (BPO).

PT Multipolar Technology Tbk adalah System Integrator di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 37 tahun di sektor perbankan dan keuangan, telekomunikasi, pemerintahan dan komersial, yang pada 8 Juli 2013 telah tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MLPT, serta terdaftar sebagai efek syariah. Kegiatan usaha MLPT di bidang System Integrator secara substansi telah ada di PT Multipolar Tbk (MLPL) sejak 4 Desember 1975.

Berawal dari penyalur produk elektronik, di tahun 1982 MLPT memfokuskan bisnis di bidang TI sebagai penyedia dan penyalur PC yang menjadikannya pionir komputerisasi perbankan dan keuangan di Indonesia. Kiprah bisnis MLPT semakin mantap dan terus mendominasi pasar dengan diperkenalkannya layanan IT Outsourcing berskala nasional di tahun 2006 melalui anak usahanya, PT Visionet Internasional (VSN). MLPT adalah mitra terpercaya dari penyedia TI kelas dunia seperti IBM, Cisco, Oracle, Microsoft dan NCR, dan telah bersertifikasi ISO 9001. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)